1 Orang Tewas dan 10 Lainnya Terluka Dampak Konflik Bersenjata di Perbatasan Thailand-Kamboja

Jumali
Jumali Kamis, 24 Juli 2025 14:27 WIB
1 Orang Tewas dan 10 Lainnya Terluka Dampak Konflik Bersenjata di Perbatasan Thailand-Kamboja

Ilustrasi penembakan/Ist-Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Satu orang tewas dan 10 orang lainnya terluka dalam serangan roket Kamboja di perbatasan Thailand dan Kamboja, Kamis (24/7/2025).

BACA JUGA: Perempuan asal Jogja Dibawa kabur ke Kamboja

Baik Thailand dan Kamboja, saat ini saling tuding terkait siapa yang lebih dulu melakukan aksi penembakan dalam konflik yang terjadi sejak Mei lalu.

Kyodo melaporkan, Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan bahwa bentrokan terjadi pukul 8:40 pagi di perbatasan dengan Thailand yang terletak di Provinsi Oddar Meanchey.

Ketegangan antara militer Thailand dan Kamboja berlangsung sejak bentrokan perbatasan pada 28 Mei lalu yang mengakibatkan seorang personel militer Kamboja tewas.

Pada Rabu, Thailand menarik duta besarnya di Kamboja serta mengusir duta besar Kamboja menyusul insiden ledakan ranjau yang melukai lima tentara Thailand di titik perbatasan yang disengketakan. Thailand menuduh Kamboja menanam ranjau tersebut.

Perdana Menteri Sementara Thailand Phumtham Wechayachai menyatakan bahwa pihaknya juga akan mengkaji ulang tingkat hubungan bilateral dengan Kamboja.

Menurut angkatan darat Thailand, salah satu dari lima korban ledakan ranjau pada Rabu kehilangan kakinya. Insiden tersebut menjadi yang kedua kalinya setelah ledakan ranjau pada 16 Juli lalu juga melukai tiga personel militer, termasuk satu yang juga kehilangan kakinya.

Pejabat setempat memastikan bahwa ranjau darat tersebut tidak berasal dari sumber dalam negeri. Thailand juga mengecam Kamboja atas penggunaan ranjau yang melanggar Konvensi Ottawa terkait larangan penggunaan ranjau anti-personel.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online