Chery dan BYD Kaji Potensi Kenaikan Harga Mobil di Indonesia
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Senjata nuklir./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyebut beberapa negara siap untuk memasok senjata nuklir ke Iran, menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Teheran.
"Sejumlah negara siap untuk memasok Iran dengan senjata nuklir mereka," kata Medvedev dilansir Antara, Minggu (22/6/20250.
Komentarnya muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan Amerika telah mengebom lokasi nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
BACA JUGA: Alasan Pensiun dan Sekolah, Ada 27.000 Orang Migrasi ke Sleman
Serangan tersebut menandai eskalasi terbaru dalam konflik Iran-Israel yang sedang berlangsung. Medvedev mengatakan fasilitas yang menjadi sasaran tampaknya mengalami kerusakan minimal atau tidak signifikan. Pengayaan uranium dan pengembangan senjata nuklir potensial Iran mungkin terus berlanjut.
Ia memperingatkan AS telah terseret ke konflik besar lainnya, dan berpendapat kepemimpinan Iran secara politik justru muncul lebih kuat sebagai akibat dari serangan tersebut. Ia mengkritik Trump karena kembali mengobarkan perang, padahal dalam kampanyenya mengklaim sebagai “pembawa perdamaian”.
Medvedev juga menepis kemungkinan Trump memenangi Hadiah Nobel Perdamaian, karena mayoritas negara di dunia menentang tindakan AS dan Israel.
Serangan tersebut merupakan eskalasi terbaru dalam serangan militer Israel yang didukung AS terhadap Iran sejak 13 Juni, yang mendorong Teheran untuk melancarkan serangan balasan terhadap Israel.
BACA JUGA: Kreativitas Siswa Diasah Lewat Mural di Artplosian Amikom Yogyakarta
Pihak berwenang Israel mengatakan sedikitnya 25 korban tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka sejak saat itu akibat serangan rudal Iran. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 430 korban tewas dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat serangan Israel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.