Nadeo Targetkan Indonesia Akhiri Penantian 30 Tahun Juara ASEAN Cup
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Foto ilustrasi peluru kendali. – Wikipedia.
Harianjogja.com, JAKARTA—Delapan orang tewas dan 35 orang terluka serta dua orang hilang setelah India melancarkan serangan rudal di Pakistan.
"Tentara India menggunakan senjata yang berbeda, menargetkan enam tempat, yang menyebabkan 24 terdampak," kata Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry dalam konferensi pers sebelum fajar di kota garnisun Rawalpindi sebagaimana dilansir Antara, Rabu (7/5/2025).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Dikabarkan Bahas Pembelian Rudal BrahMos dengan India
Tempat-tempat yang menjadi target, termasuk sebuah masjid, berada di Pakistan dan juga di Kashmir yang dikelola Pakistan, katanya. Sebelumnya, India mengatakan telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan sembilan lokasi yang diklaim sebagai infrastruktur teroris di Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan.
Eskalasi antara negara tetangga bersenjata nuklir itu terjadi setelah serangan 22 April di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India yang menewaskan 26 orang. India menyalahkan Pakistan atas serangan itu, dengan mengklaim ada hubungan lintas batas. Pakistan membantah mereka ada hubungan dengan pembunuhan itu.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berjanji akan memberikan balasan setimpal pada India yang telah menyerang kota-kota di Pakistan dengan rudal. Dia menyebut tindakan India itu sebagai serangan pengecut dan aksi perang.
"Bangsa Pakistan dan angkatan bersenjata Pakistan tahu cara menghadapi musuh dengan sangat baik," kata Sharif dalam sebuah pernyataan.
"Musuh tak akan pernah dibiarkan berhasil mencapai tujuan jahatnya," katanya.
Juru bicara militer Pakistan Letjen Ahmed Sharif Chaudhry mengatakan India telah menembakkan rudal ke kota Bahawalpur, Muridke, Bagh, Muzaffarabad, dan Kotli dari wilayah udaranya sendiri.
Eskalasi di antara kedua negara nuklir yang bertetangga itu terjadi setelah serangan terjadi pada 22 April di Pahalgam, wilayah Kashmir India, yang menewaskan 26 orang.
India menyalahkan Pakistan atas serangan itu dan menuding adanya keterkaitan lintas batas antara Pakistan dengan pelaku serangan. Namun, Pakistan membantah tudingan itu.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut serangan India sebagai aksi perang tanpa alasan dan terang-terangan dan melanggar kedaulatan Pakistan.
BACA JUGA: Cara Membuat Recap Reels di Instagram
"Situasi masih terus berkembang. Pakistan berhak memilih kapan dan di mana akan membalas sesuai Pasal-51 Piagam PBB dan hukum internasional," kata kementerian itu.
Sementara itu, otoritas Punjab di Pakistan, yang berbatasan dengan India, mengumumkan keadaan darurat dan memerintahkan semua tempat pendidikan ditutup pada Rabu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.