Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO, Hasan Nasbi menyatakan mundur dari jabatannya. Hasan mengaku sudah menyampaikan pengunduran diri tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretartis Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab).
"Hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di Kantor Komunikasi Kepresidenan," kata Hasan Nasbi melalui video yang diunggah di Instagram @totalpolitik yang dikutip Selasa (29/4/2025).
Hasan mengaku pengunduran dirinya sudah dipersiapkan dengan matang. Ia memberikan kesempatan kepada figur terbaik untuk menggantikan posisinya.
Ia juga mengaku sudah menyampaikan dalam beberapa kesempatan di Podkas kepada khalayak bahwa jika ada sesuatu masalah yang terjadi di luar kemampuannya, tanpa ada perlu ada kehebohan atau ribut-ribut, ia memutuskan untuk meletakkan jabatannya.
"Ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang," ujarnya.
Pria kelahiran 45 tahun tersebut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.
Hasan menilai kepercayaan tersebut sebagai kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya. "Tapi saya juga harus meminta maaf kepada beliau jika selama memberikan pelayanan kepada Presiden masih jauh dari apa yang beliau harapkan," ucap Hasan.
Sebelumnya, Hasan Nasbi sempat diisukan mundur dari jabatan sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PC, namun saat itu ia menepisnya.
Isu yang menyebut Hasan Nasbi mundur sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, saat itu, juga dibantah oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Teddy juga mempertanyakan sumber dari beredarnya isu tersebut.
“Wah isu dari mana? Ini masih ngantor seperti biasa, baru aja selesai rapat bareng,” kata Seskab Teddy menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Rabu, pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Sebanyak 785 lansia penerima bansos Kulonprogo terindikasi judol. DPRD meminta penelusuran dan evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Pengetahuan masyarakat adat dinilai masih sering diabaikan dalam kebijakan konservasi Indonesia meski mereka menjadi penjaga lingkungan.