Laut China Selatan Memanas, Filipina dan China Saling Serang
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Tiga warga negara Indonesia (WNI) dianugerahi penghargaan oleh pemerintah Korea Selatan atas upaya menyelamatkan warga negara tersebut dari kebakaran hutan baru-baru ini di Korsel. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Tiga warga negara Indonesia (WNI) dianugerahi penghargaan oleh pemerintah Korea Selatan atas upaya menyelamatkan warga negara tersebut dari kebakaran hutan baru-baru ini di Korsel.
"Kami sangat bangga melihat bagaimana warga Indonesia, dengan segala keterbatasan yang ada, mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya penyelamatan para korban kebakaran," kata Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Seoul, Zelda Wulan Kartika dilansir Antara, Minggu (20/4/2025).
Pernyataan bangga itu disampaikan Zelda dalam upacara penganugerahan penghargaan kepada tiga WNI, yakni Sugianto, Leo Dipiyo, dan Vicky Septa Eka Saputra, yang digelar di kantor Kementerian Kehakiman Korea Selatan di Gwacheon, Jumat.
Zelda mengatakan keberanian dan pengorbanan ketiga WNI itu tidak hanya memberikan dampak positif bagi mereka yang membutuhkan bantuan, namun juga menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ketiga WNI itu telah membantu penyelamatan warga Korea Selatan ketika bencana kebakaran hutan dahsyat melanda wilayah Yeongdeok di Provinsi Gyeongsang Utara pada 25 Maret.
Zelda menyebutkan ketiganya telah menunjukkan keteladanan luar biasa, di mana Sugianto berinisiatif memperingatkan warga dan menggendong lansia ke tempat aman, Leo menyelamatkan seorang nenek yang tinggal sendirian dan Vicky membantu mengevakuasi warga yang terjebak dengan menggunakan perahu.
Aksi tersebut menjadi simbol nyata kerja sama kemanusiaan lintas negara dan semangat solidaritas global, yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di Korea Selatan sekaligus menjadi Duta Bangsa yang berkontribusi nyata bagi penguatan persahabatan dan hubungan bilateral kedua negara.
"Keberanian dan ketangguhan mereka telah menyelamatkan nyawa banyak orang. Dalam situasi sulit, rasa kemanusiaan dan kebersamaan menjadi kekuatan luar biasa, dan ketiganya telah menjadi inspirasi nyata," katanya.
Dalam upacara yang dihadiri pejabat dari Kementerian Kehakiman dan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan serta KBRI Seoul, ketiga WNI itu menerima penghargaan khusus dari Pemerintah Korea Selatan yang diwakili Menteri Kehakiman Park Sung Jae.
Menhan menyampaikan tindakan cepat dan tanpa pamrih dari ketiga WNI itu — mulai dari membawa warga lansia ke tempat aman hingga mengevakuasi korban menggunakan perahu — telah menyelamatkan banyak nyawa dan menyentuh hati rakyat Korea Selatan.
"Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Korea Selatan memberikan piagam penghargaan dan status tinggal khusus F-2-16, sebuah visa yang diperuntukkan bagi warga asing yang memberikan kontribusi luar biasa bagi Republik Korea," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Selama 56 tahun, SHARP telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mengikuti perubahan kebutuhan rumah tangga, perkembangan teknologi.
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus berbasis aksi iklim nyata, bukti kredibel, dan tata kelola berintegritas.
DPRD DIY meminta SPPG penyebab keracunan MBG ditutup permanen. Sebanyak 14 SPPG di DIY kini mendapat sanksi suspend.