Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Cek NIK Penerima
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dalam sepekan ke depan (11-17 April).
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramadhani menjelaskan bahwa hingga sepekan ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih akan menghadapi potensi curah hujan yang signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.
Berdasarkan hasil dari analisa BMKG diketahui kondisi itu didukung oleh aktifnya fenomena MJO secara spasial, serta pengaruh dari gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, gelombang Kelvin, dan gelombang Low Frequency, hingga keberadaan bibit siklon tropis 96S.
"Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia," ujarnya, Kamis (10/4/2025).
BACA JUGA: BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem 2-3 April 2025
Di sisi lain, dia menambahkan bahwa beberapa wilayah di Indonesia saat ini juga mulai memasuki masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Pada periode itu, cuaca umumnya bersifat variatif dan dinamis, dengan potensi hujan tiba-tiba yang disertai kilat, petir, dan angin kencang pada siang atau sore hari.
"Tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cenderung cepat dan kondisi cuaca yang bervariasi secara spasial karena dapat berdampak terhadap aktivitas harian," ujarnya.
BMKG memprakirakan cuaca pada periode 11–13 April 2025 umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan lebat yang disertai kilat di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur. Kemudian angin kencang berpotensi terjadi di Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan.
Sementara itu, pada periode 14–17 April 2025, cuaca masih didominasi berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan lebat diprakirakan berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua Selatan. Kemudian angin kencang berpotensi terjadi di Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
Mengacu pada prakiraan cuaca tersebut maka, kata dia, pihaknya berharap masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca harian dengan mengakses sistem informasi yang sudah disiapkan BMKG, https://signature.bmkg.go.id/dwt/ dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.