Marak di Medsos, OJK Larang Praktik Jual Beli Rekening Bank, Beresiko
OJK mengingatkan praktik jual beli rekening bank merupakan tindakan ilegal dan berisiko tinggi karena berpotensi digunakan untuk penipuan dan pencucian uang.
Petani memanen padi di sawah yang berada di Dusun Jalakan, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Selasa (16/4/2024)./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebelum masa panen raya padi, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong mekanisasi pertanian dengan menggenjot distribusi alat dan mesin pertanian atau alsintan modern bagi petani.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, menyampaikan percepatan mekanisasi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional. “Dengan mekanisasi, petani dapat memanen lebih cepat, lebih efisien, dan dengan hasil yang lebih baik,” kata Andi dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).
Pasca-Lebaran 2025, panen raya diperkirakan akan berlangsung di berbagai daerah. Untuk itu, Kementan telah menyiapkan bantuan alsintan agar petani dapat memperoleh hasil yang optimal dengan kualitas yang lebih baik.
Menurutnya, penggunaan Combine Harvester mampu mengurangi losses (kehilangan hasil) hingga 3%–5% dibandingkan metode panen manual. Selain itu penggunaan alat ini juga dapat menyelesaikan panen dalam waktu 3–4 jam per hektare. Ini jauh lebih cepat dibandingkan cara tradisional yang memakan waktu 2–3 hari per ha.
Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan Petani Gunungkidul Diminta Optimalkan Lahan Pekarangan
Lebih lanjut, Andi menyebut penggunaan power thresher dapat meningkatkan efisiensi perontokan padi secara signifikan dibandingkan metode manual. Dia menuturkan dengan kapasitas rata-rata 300–600 kilogram (kg) per jam, power thresher mampu mempercepat proses perontokan padi dibandingkan cara manual yang hanya sekitar 50–100 kg per jam dengan tenaga kerja terbatas. “Mesin ini dapat menekan kehilangan hasil hingga 1%–2% Mesin ini juga dilengkapi blower yang membantu memisahkan kotoran dan sekam, sehingga menghasilkan gabah yang lebih bersih,” tuturnya.
Baca Juga: Agar Generasi Muda Mau Bertani, BPTP Optimalkan Alsintan
Adapun Kementan telah menyalurkan 1.400 unit Combine Harvester ukuran besar ke berbagai wilayah guna meningkatkan efisiensi panen dan mengurangi losses sepanjang 2024. Tahun ini, Kementan mengalokasikan 3.247 unit Combine Harvester Besar dan 2.152 unit power thresher yang akan membantu proses panen dan perontokan gabah lebih cepat dan efisien.
Dia optimistis produksi pangan nasional akan semakin meningkat, seiring meningkatnya dukungan mekanisasi. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK mengingatkan praktik jual beli rekening bank merupakan tindakan ilegal dan berisiko tinggi karena berpotensi digunakan untuk penipuan dan pencucian uang.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.