Utang Luar Negeri Indonesia Melambat, Rasio terhadap PDB Turun
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
Foto ilustrasi Zakat Digital - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak masyarakat menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi. Alasannya membayar zakat lewat lembaga resmi sesuai dengan tuntutan Rosulullah dan terhidnar dari riya.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan melalui keterangan di Jakarta, Senin, menegaskan pihaknya selaku lembaga yang berwenang dalam pengelolaan zakat nasional, Baznas terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan bagi para muzaki.
"Pembayaran zakat di Baznas kini semakin cepat dengan sistem berbasis digital, lebih mudah karena telah bekerja sama dengan ratusan kanal pembayaran, baik digital maupun non-digital, serta berdampak karena perubahan pada mustahik dapat diukur secara jelas," katanya.
Dengan sistem pembayaran ZIS digital yang cepat dan mudah, Rizaludin memastikan dana ZIS tersalurkan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil, terluar, dan terpinggirkan.
"Cukup kunjungi website resmi baznas.go.id atau gunakan berbagai platform pembayaran online yang bermitra dengan Baznas, masyarakat bisa menunaikan zakat dengan mudah dan cepat," lanjutnya.
Rizaludin juga menyebutkan pihaknya juga menyediakan fitur kalkulator zakat untuk membantu penghitungan zakat secara lebih mudah dan akurat.
Menurutnya, penyaluran zakat melalui lembaga resmi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga selaras dengan ajaran agama yang telah diterapkan sejak zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (SAW).
BACA JUGA: Besaran Zakat Fitrah Ramadan 2025 untuk Wilayah Jogja dan Waktu Pembayarannya
"Sejak perintah zakat diturunkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah SAW langsung membentuk lembaga amil zakat untuk mengelola dan menyalurkan zakat dengan baik," paparnya.
Menurutnya, penyaluran zakat secara mandiri memiliki risiko seperti riya (pamer) dan kurang tepat sasaran. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengelolaan profesional agar manfaat zakat dapat lebih luas dan berkelanjutan.
Sebab, zakat, infak, dan sedekah dinilai sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang membutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Selain memberikan bantuan langsung, lanjut Rizaludin, Baznas juga melakukan pendampingan terhadap para penerima manfaat agar mustahik bisa lebih mandiri secara ekonomi, melalui berbagai program yang dirancang tidak hanya berorientasi pada konsumsi, tetapi juga pada pemberdayaan.
"Kami ingin zakat menjadi instrumen pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Baznas memiliki berbagai program pemberdayaan, seperti beasiswa pendidikan, bantuan biaya kelulusan, Program Rumah Layak Huni, serta distribusi sembako dan kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu," tuturnya.
Oleh karena itu, Rizaludin mengajak seluruh masyarakat untuk semakin memahami pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi demi efektivitas dan kebermanfaatan yang maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.