Banjir Terjang Probolinggo, 1 Orang Meninggal Dunia

Newswire
Newswire Selasa, 11 Maret 2025 15:17 WIB
Banjir Terjang Probolinggo, 1 Orang Meninggal Dunia

Tenggelam - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, PROBOLINGGO—Satu orang dilaporkan meninggal dunia diduga terseret banjir saat hujan deras mengguyur kabupaten itu pada Senin (10/3/2025) sore.

"Korban yang meninggal atas nama Abd Halil (59), warga Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron. Korban ditemukan pada malam hari oleh warga setempat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur, R. Oemar Sjarief saat dikonfirmasi Selasa (11/3/2025).

Korban diketahui keluar rumah pada Senin (10/3) sore dan tidak kunjung pulang hingga waktu berbuka puasa, sehingga keluarga korban panik dan mencari keberadaan korban karena hujan deras dan banjir menggenangi permukiman warga setempat.

Warga bersama keluarganya menemukan korban di areal sawah yang tergenang air dalam kondisi meninggal dunia dan diduga korban terseret banjir yang menerjang desa setempat.

Oemar mengatakan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo menyebabkan 10 desa yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Krejengan, Pajarakan, dan Maron, terendam banjir yang menggenangi permukiman warga, namun kondisi terparah banjir berada di Kecamatan Krejengan.

BACA JUGA: Ini Modus Kecurangan Minyakita, Takaran Dikurangi hingga Label Palsu

"Di Kecamatan Krejengan, banjir melanda enam desa yakni Desa Opo-opo, Desa Jatiurip, Desa Patemon, Desa Kamalkuning, Desa Tanjung Sari, dan Desa Krejengan, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana tersebut," tuturnya.

Sedangkan di Kecamatan Pajarakan, banjir melanda tiga desa yakni Desa Ketompen, Desa Selogudig Wetan, dan Selogudig Kulon, serta di Kecamatan Maron luapan banjir melanda Desa Brani wetan.

"Hari ini kami melakukan asesmen lanjutan karena pada Senin (10/3) malam fokus untuk mengevakuasi warga rentan yang terjebak banjir ke tempat yang aman di sejumlah titik," katanya.

Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Probolinggo tersebut menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak, seperti jembatan penghubung antardesa dan rumah warga.

"Saya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem, karena dapat terjadi bencana sewaktu-waktu seperti banjir dan tanah longsor," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online