Indonesia Amankan Tiket Semifinal di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Futsal Indonesia menang 1-0 atas Malaysia dan lolos ke semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri), mencatat beberapa nama yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan perekaman e-KTP serta nama bayi populer di sepanjang 2024.
Nama Nurhayati berada di posisi pertama yang digunakan untuk perempuan dengan angka sebanyak 254.922 orang. Nama perempuan yang populer lainnya adalah Sulastri, Sumiati, Sri Wahyuni, Sumarni, Sunarti, Siti Aminah, Ernawati, Aminah dan Kartini.
Sementara itu nama Sutrisno di urutan pertama untuk nama laki-laki dengan penggunaan sebanyak 144.497. Selain itu nama lelaki populer lainnya yaitu Slamet, Mulyadi, Herman, Supardi, Ismail, Supriyanto, Wahyudi, Junaidi dan Suparman.
BACA JUGA: Profesi Unik, Perempuan Ini Jadi Konsultan Nama Bayi dan Dibayar Ratusan Juta Per Nama
Adapun nama bayi paling populer di Indonesia adalah Allea Shanum Almahyra menjadi nama terbanyak yang disematkan untuk bayi perempuan dan Muhammad Al Fatih menjadi nama terpopuler untuk bayi laki-laki.
Data tersebut dibagikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto pada unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Timnas Futsal Indonesia menang 1-0 atas Malaysia dan lolos ke semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.