Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Petugas terperosok saat berusaha memadamkan kapal nelayan yang terbakar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/12/2024). (Antara/Oky Lukmansyah)
Harianjogja, TEGAL—Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Tengah (Jateng), mencatat sudah ada 24 kapal nelayan terbakar di Pelabuhan Timur Kota Tegal. Adapun kondisi si jago merah sudah mulai padam dan tinggal proses pendinginan.
Hal tersebut disampaikan Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol. Hariadi. Meksi tinggal pendinginan, masih ada beberapa titik api belum bisa dipadamkan di sejumlah kapal.
“Tinggal pendinginan, tetapi masih ada beberapa titik api belum padam, karena minyak di dalam kapal,” kata Kombes Pol. Hariadi, Jumat (27/12/2024).
BACA JUGA : Bus Pariwisata Ludes Terbakar di Jalan Jogja-Solo, Begini Kondisi 34 Penumpang
Adapun pemadaman bersama tim gabungan di Pelabuhan Timur Kota Tegal ini berlangsung sekitar 12 jam. Total kapal nelayan yang terbakar dilaporkan mencapai 24 unit.
“Kerugian materiil tentunya beda-beda tiap jenis kapal, kita juga belum bisa meminta keterangan pemilik karena baru kena musibah kan, tetapi kalau ditafsir ya bisa puluhan milliar, karena per kapal bisa antara Rp1 miliar-Rp3 milliar,” nilainya.
Sedangkan untuk dugaan penyebab kebakaran, Dirpolairud enggan berspekulasi. Pihaknya memilih menunggu hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng. “Kami tidak mau menduga-duga, biar Labfor nanti [membuktikan]. Intinya setelah tak ada bara api, Labfor masuk untuk mencari penyebab,” jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Arif Wahyudi, mengatakan kondisi terbaru sudah aman terkendali atau tinggal proses pendinginan. Adapun kebakaran ini dipicu dari kegagalan teknologi pada salah satu mesin kapal di dermaga pelabuhan.
“Jadi pada 03.30 WIB menurut penuturan salah satu ABK [anak buah kapal], melihat adanya percikan api yang berasal dari salah satu kapal,” kata Arif.
Meski hanya berawal dari percikan, lanjut Arif, api cepat membesar karena besarnya kecepatan arah angin. Si jago merah pun makin tak terkendali hingga akhirnya menjalar ke kapal lain yang bersandar di sekitarnya. “Sehingga membakar kurang lebih 22 unit kapal dan mengalami kerusakan total,” sambungnya.
Berdasakan informasi yand diterima BPBD Jawa Tengah, kapal yang terbakar di sisi barat ada tiga unit kapal dan sisi timur 19 unit kapal. Kemudian pada pukul 11.10 WIB, sisi barat berhasil dipadamkan kali pertama dan dilakukan proses pendinginan.
“Sedangkan sisi timur masih dilakukan pemadaman, hingga akhirnya saat ini sudah berhasil dipadamkan seluruhnya, atau tinggal proses pendinginan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.