Pemerintah Taliban Sebut 46 Tewas Akibat Serangan Jet Tempur Pakistan

Newswire
Newswire Kamis, 26 Desember 2024 10:27 WIB
Pemerintah Taliban Sebut 46 Tewas Akibat Serangan Jet Tempur Pakistan

Jet tempur F-16V buatan Amerika Serikat (AS). - Istimewa\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintahan Taliban sementara di Afghanistan mengklaim sedikitnya 46 orang tewas dalam serangan bom yang dilakukan jet tempur Pakistan di Provinsi Paktika di Afghanistan bagian timur. 

Mullah Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara pemerintahan sementara Taliban, menyebut jet tempur Pakistan mengebom empat lokasi di distrik Barmal pada Selasa (24/12) malam. Pengeboman itu menewaskan 46 orang, melukai enam lainnya, dan menghancurkan rumah-rumah, menurut laporan kantor berita milik pemerintahan Taliban, Bakhtar.

Menurut pusat pemerintahan Taliban di Kabul, serangan tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan Pakistan ke Afghanistan, setelah yang pertama pada Maret, dan telah secara resmi diprotes oleh pemerintahan Taliban. Kementerian Pertahanan sementara di Kabul mengatakan pemerintah Taliban "tidak akan membiarkan tindakan pengecut ini tanpa perlawanan, tetapi menganggap bahwa mempertahankan wilayah merupakan hak yang tidak dapat dicabut."

Pemerintah Pakistan, yang berpusat di Ibu Kota Islamabad, belum menanggapi klaim yang dibuat Kabul itu. Namun, sejumlah laporan media yang mengutip petugas keamanan Pakistan secara anonim mengatakan bahwa jet-jet tempur Pakistan itu menargetkan kamp-kamp kelompok militan terlarang Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP).

Islamabad telah lama menuding Kabul gagal menumpas militan TTP, yang dilaporkan beroperasi dari Afghanistan. Kabul membantah tudingan tersebut. TTP melancarkan serangan mematikan terhadap pasukan keamanan Pakistan, khususnya di wilayah perbatasan, dalam beberapa bulan terakhir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online