Angka PHK Nasional Januari 2026 Turun Drastis Menjadi 359 Orang
Kemenaker catat penurunan drastis angka PHK Januari 2026 menjadi 359 orang, turun jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu di Banten.
Foto ilustrasi La Nina - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah perlu mengantisipasi cuaca ekstrem yang melanda di sejumlah titik sentra produksi pangan. Pasokan pangan selama kuartal I/2025 harus dipastikan aman di tengah bayang-bayang fenomena alam La Nina.
Pengamat Pertanian dari Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Eliza Mardian menjelaskan bahwa cuaca ekstrem akan memengaruhi produksi dan juga distribusi pangan.
Bahkan, Eliza menyebut cuaca ekstrem akan lebih berdampak kepada produksi pada kuartal I/2025. Pasalnya diprediksi terjadi La Nina hingga April 2025, dan periode ini merupakan panen raya padi. Apalagi, saat hujan melanda harga komoditas seperti cabai hingga bawang merah relatif mahal imbas gagal panen. “Pemerintah mesti mengantisipasi untuk bisa mengamankan pasokan pangan di awal tahun 2025 dan selama kuartal I/2025,” kata Eliza, Minggu (22/12/2024).
La Niña merupakan fenomena ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis menjadi lebih dingin dari biasanya.
Dampak dari fenomena ini adalah peningkatan curah hujan, terutama di daerah tropis. Akan tetapi di beberapa wilayah lain, La Niña justru dapat menyebabkan kekeringan.
Di samping itu, cuaca ekstrem juga akan mengganggu distribusi dari sentra produksi hingga ke pasar. Imbasnya, biaya transportasi membengkak dan berdampak pada harga akhir komoditas.
Eliza menuturkan bahwa dampak dari cuaca ekstrem terasa signifikan terhadap produksi, lantaran kurangnya teknologi serta inovasi yang diterapkan petani dalam mengantisipasi perubahan iklim.
BACA JUGA: Pemda DIY Bersiap Antisipasi La Nina Agar Tak Berdampak di Bidang Pertanian
Selain itu, lanjut dia, juga diperparah oleh buruknya kondisi infrastruktur irigasi dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Menurutnya, kondisi ini akan menjadi bom waktu, terutama saat cuaca ekstrem melanda. “Akar masalahnya begitu kompleks tetapi saling terkait. Di hulu, penebangan liar dan alih fungsi lahan terus menggerus kawasan resapan air,” ujarnya.
Imbasnya, gagal tanam dan gagal panen menjadi momok yang terus membayangi petani. Di mana, produktivitas menurun, sementara biaya produksi makin membengkak. “Pasokan pangan terganggu, harga bergejolak, dan impor bisa jadi terus meningkat, padahal pemerintah ingin setop impor pangan,” ujar dia.
Seperti diketahui, pemerintah akan menyetop keran impor beras konsumsi, jagung pakan ternak, hingga gula konsumsi pada 2025. pemerintah bertekad untuk menggenjot produksi pangan dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kemenaker catat penurunan drastis angka PHK Januari 2026 menjadi 359 orang, turun jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu di Banten.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.