Es Teh Sebaiknya Diminum Tawar, Ini Penjelasan Manfaatnya
Teh es tawar bukan sekadar minuman segar, tapi punya manfaat untuk jantung, gula darah, hingga fungsi otak.
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati
Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut diperkirakan terjadi jika konflik Iran terus berlanjut, dengan dampak yang disebut bisa mendorong krisis pangan global ke tingkat terburuk.
Analisis terbaru Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) menunjukkan tambahan sekitar 45 juta orang berpotensi masuk kategori rawan pangan hanya dalam waktu tiga bulan.
Jika konflik berlanjut hingga pertengahan tahun dan harga minyak dunia bertahan di atas 100 dolar AS per barel, jumlah total orang yang mengalami krisis pangan diperkirakan mencapai 363 juta, naik dari 318 juta saat ini.
Perhitungan tersebut dilakukan dengan mengukur kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi minimal sekitar 2.100 kalori per hari.
Selain itu, WFP juga memodelkan dampak lonjakan harga minyak terhadap harga pangan global, termasuk ketergantungan negara terhadap impor energi dan pangan.
Dari hasil analisis tersebut, wilayah Asia menjadi kawasan dengan peningkatan jumlah terdampak terbesar, yakni sekitar 9,1 juta orang atau naik sekitar 24 persen.
Dampak krisis pangan juga diperkirakan meluas ke berbagai kawasan lain, termasuk di Afrika Timur dan Selatan sebanyak 17,7 juta orang serta di Afrika Tengah sekitar 10,4 juta orang.
Sementara itu, di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara diperkirakan bertambah sekitar 5,2 juta orang yang mengalami krisis pangan.
Adapun di wilayah Amerika Latin dan Karibia, tambahan penduduk yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2,2 juta orang.
Secara keseluruhan, peningkatan ini akan membawa total jumlah orang yang mengalami ketidakamanan pangan global menjadi 363 juta jiwa.
"Ini akan membawa tingkat kelaparan global ke rekor tertinggi sepanjang masa, dan ini adalah prospek yang sangat, sangat buruk," ujar perwakilan WFP, Skau seperti dikutip dari Livescience, Senin (23/3/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : WFP, Livescience
Teh es tawar bukan sekadar minuman segar, tapi punya manfaat untuk jantung, gula darah, hingga fungsi otak.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.