Prabowo Hadiri Sidang DPR, Sampaikan Kerangka RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Judi Online - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Judi online kini menjadi isu kesehatan global yang serius, setara dengan penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Hal ini diutarakan Ketua Umum Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia, Nael Sumampouw.
Hal tersebut merujuk pada publikasi terbaru The Lancet yang menyoroti dampak judi online terhadap kesehatan mental individu, khususnya generasi muda.
“Judi online tidak hanya menjadi masalah di Indonesia, tetapi juga isu global. Cara masuknya yang melalui permainan seperti game membuat anak muda lebih rentan, terutama mereka yang mencari pelarian dari stres atau kesulitan hidup,” kata Nael secara daring, Sabtu (30/11/2025).
Menurut Nael, sifat judi online yang mudah diakses, tanpa sanksi sosial, dan menyamar sebagai aktivitas normatif membuatnya semakin berbahaya.
Para pengguna bisa bermain dari rumah, tanpa diketahui lingkungan sekitar, dengan kemungkinan awal pemain diberi kemenangan kecil, hingga akhirnya terjerat dalam adiksi melalui mekanisme psikologis seperti gambler’s fallacy.
Ia juga menyoroti bahwa faktor lingkungan dan psikologis, seperti kurangnya dukungan sosial, pengangguran, dan rendahnya keterampilan, membuat anak muda lebih mudah masuk dalam jerat ini.
Kondisi itu diperparah dengan maraknya pinjaman online yang sering digunakan untuk mendukung kebiasaan berjudi.
Dampak terburuk dari adiksi judi online, menurut Nael, adalah munculnya ‘learned helplessness’, atau perasaan tidak berdaya.
“Ketika usaha tidak membuahkan hasil, anak muda mulai kehilangan harapan dan tidak melihat hubungan antara usaha dan hasil. Ini mematikan potensi, kreativitas, bahkan bisa membawa mereka pada keputusasaan yang ekstrem,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Anggarkan Rp90 Miliar di 2025 untuk Program Makan Bergizi Gratis
Ia menambahkan, ketidakberdayaan ini dapat menghantui anak muda dari berbagai latar belakang, dan bagi mereka yang tidak memiliki dukungan sosial atau sumber daya diri yang memadai, perasaan ini bisa berujung pada pemikiran ekstrem, seperti merasa hidup tidak lagi berarti.
Oleh karena itu, kepedulian sosial dalam menghadapi masalah ini dianggap penting, keluarga dan lingkungan terdekat harus hadir memberikan dukungan agar yang bersangkutan dapat keluar dari jerat judi online.
Ia juga menyerukan agar negara hadir lebih proaktif, misalnya menyediakan layanan rehabilitasi yang mudah diakses di puskesmas atau lembaga lain.
Dengan kombinasi dukungan keluarga dan langkah preventif dari negara, Nael optimistis dampak negatif judi online terhadap generasi muda dapat diminimalkan.
Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.