Round-up Asian Games 2026: Karate Tambah Perunggu untuk Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan data satelit dan kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) dalam upaya penanganan dan pencegahan bencana di Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Geoinformatika BRIN Joko Widodo mengatakan pentingnya data satelit dalam mendukung pemantauan kondisi geospasial. Ia memiliki pengalaman memantau kondisi penurunan tanah di Tangerang, Jakarta, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, dan Demak.
"Ini adalah alasan utama, mungkin kami dapat mengusulkan daerah ini sebagai proyek percontohan proyek AI," kata Joko dilansir Antara Kamis.
Menurut Joko, penggunaan AI mampu meningkatkan analisis data untuk mengidentifikasi pola penurunan tanah dan risiko bencana dengan cepat. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, menunjukkan bahwa banjir di Jakarta memiliki korelasi erat dengan penurunan tanah.
Lokasi menjadi faktor utama dalam penanganan bencana, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti pantai utara Jawa, termasuk Jakarta, Pekalongan, Semarang, dan Demak. Dia mengingatkan penurunan tanah, terutama di Jakarta dan Pekalongan, mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan angka mencapai 10 sentimeter per tahun.
"Kondisi ini memperparah risiko banjir, terutama karena beberapa wilayah seperti Muara Baru di Jakarta telah berada 2,4 meter di bawah permukaan laut," ujar dia.
Oleh karena itu pihaknya mengusulkan proyek percontohan pemanfaatan AI Float Indonesia untuk wilayah prioritas Jakarta dan pantai utara (pantura) Jawa, sebagai upaya penanganan penurunan muka tanah dan juga banjir di wilayah pantura.
Proyek ini akan menggunakan data satelit resolusi tinggi, analisis berbasis AI, serta kolaborasi antara institusi lokal seperti BRIN, Kementerian PUPR, BNPB, dan pemerintah daerah dengan lembaga internasional seperti UN ESCAP. Guna mendukung proyek ini, BRIN juga berencana meluncurkan Satelit Konstelasi Nusantara, yang mencakup empat satelit beresolusi tinggi dan Radar Aperture Sintetis (RAS).
Selain itu Program Geoinformatika Multi Input Multi Output (Geo-MIMO) akan digunakan sebagai platform nasional untuk memantau data geospasial secara real-time.
Untuk memastikan keberlanjutan, kata dia, proyek ini direncanakan mendapatkan pendanaan multi-sumber, termasuk dari program riset tahunan BRIN dan kerja sama dengan kementerian terkait. Kolaborasi internasional diharapkan dapat memperluas cakupan proyek dan memperkuat teknologi yang digunakan.
"Melalui kerja sama ini kita dapat belajar bersama dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia," ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.