PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Ilustrasi tsunami - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Empat atau kalurahan memperoleh pengakuan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai Masyarakat Siaga Tsunami.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat, mengatakan empat kelurahan di Bantul telah menerima sertifikat Tsunami Ready Community (Masyarakat Siaga Tsunami) pengakuan dari UNESCO pada kegiatan 2nd Global Tsunami Symposium di Aceh beberapa hari lalu.
"Tujuan tsunami ready adalah membangun masyarakat yang tangguh, memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan untuk melindungi kehidupan, mata pencaharian, dan harta benda dari tsunami, sehingga dapat meminimalkan korban jiwa," katanya, Jumat (15/11/2024).
Dia mengatakan empat kelurahan tersebut adalah Kelurahan Parangtritis dan Kelurahan Tirtohargo di Kecamatan Kretek, Kelurahan Gadingsari di Kecamatan Sanden, dan Kelurahan Poncosari di Kecamatan Srandakan.
BACA JUGA: TPAS Wukirsari Gunungkidul Akan Gunakan Teknologi RDF
Menurut dia, lokasi pada empat kelurahan tersebut adalah yang rawan dan berpotensi terkena tsunami, karena sebagian daerahnya merupakan pesisir pantai selatan.
"Di simposium tsunami di Aceh, empat kelurahan tersebut melakukan presentasi dan pemaparan tentang kesiapsiagaan komunitasnya dalam menghadapi tsunami," katanya.
Terhadap kelurahan tersebut, kata dia, BPBD Bantul selalu memberikan dukungan dan terus menguatkan komunitas dan kesiapsiagaan masyarakat kelurahan dalam menghadapi ancaman tsunami, ketika ada gempa bumi maupun peristiwa alam lainnya.
"Nantinya selalu dilakukan simulasi-simulasi dalam menghadapi bencana seperti tsunami. Diharapkan masyarakat kelurahan tersebut mampu juga menunjukkan kepemimpinannya, sehingga menjadi masyarakat yang siap, tanggap, dan tangguh, dalam menghadapi bencana," kata Antoni Hutagaol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.