Wedang Secang Yang-Ti Binaan Pertamina, Produk Lokal Khas Jogja yang Bakal Mendunia

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 03 September 2024 00:47 WIB
Wedang Secang Yang-Ti Binaan Pertamina, Produk Lokal Khas Jogja yang Bakal Mendunia

Andriyanto Soeristyo Soerahmad di sela kegiatan Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2024 di Plaza Ngasem Jogja, Minggu (1/9/2024).

Harianjogja.com, JOGJA—Andriyanto Soeristyo Soerahmad sangat bersyukur menjadi UMKM binaan Pertamina sejak 2023 lalu. Pemilik Minuman Rempah-rempah Yang-Ti asal Jogja ini awalnya tidak bermimpi bisa menjadi pengusaha sirup secang seperti saat ini.

Berawal saat ia membuka usaha Sirup Secang pada 2017 lalu. Dia memproduksi dan memasarkan minuman sirup rempah wedang tradisional mulai dari wedang secang, wedang uwuh, wedang jahe, dan wedang telang. Waktu itu, produksi wedang secang yang digelutinya masih tampil sederhana dan apa adanya.

Kini, minuman tradisional resep leluhur itu, telah diubah menjadi bentuk sirup dan serbuk instant dengan beragam bentuk turunannya. Banyaknya pilihan produk yang dibuat, kata Andi, selain memudahkan konsumen juga bertujuan agar ia bisa mendapat nilai tambah. "Ya, ini berkat pendampingan dari Pertamina," katanya di sela kegiatan Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2024 di Plaza Ngasem Jogja, Minggu (1/9/2024).

Event yang digelar selama tiga hari, 30 Agustus hingga 1 September 2024 ini sebagai wadah UMKM binaan Pertamina untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Ada puluhan UMKM binaan Pertamina dengan berbagai produk yang dipamerkan dalam event tersebut. Salah satunya milik Andri dengan brand Yang-Ti. "Merek Yang-Ti ini saya gunakan sebagai penghargaan bagi racikan minuman rempah ibu saya, eyang puteri," katanya.

Sejak menjadi UMKM binaan Pertamina, katanya, dia mengalami banyak perubahan. Andri yang sebelumnya hanya menjadi karyawan, seusai mendapat binaan dan pelatihab dari Pertamina, bisa berfikir maju dan siap menghadapi tantangan ke depan. "Setelah mendapat pendampingan dari Pertamina, mindset saya berubah, menjadi pengusaha. Harus bisa berfikir strategis untuk mengembangkan produk saya," katanya.

"Selain perubahan mindset, keuntungan lain menjadi UMKM binaan Pertamina saya bisa memperluas jaringan atau networking. Saya beberapa kali ikut pameran, kenal banyak orang dan produk saya dipromosikan ke masyarakat. Yang awalnya (produk) hanya dikenal di kampung, sekarang sudah banyak yang tahu," tambah Andri.

Tak hanya itu, ia bersama isterinya Endah Haryaningsih juga terus didorong untuk menjadi pelaku UMKM yang sustainable. Tidak hanya berjalan berkesinambungan, berkat pendampingan dari Pertamina Andri juga dituntut agar usahanya bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Selain mendapat pelatihan managerial dari Pertamina mulai dari perencanaan produksi hingga pengelolaan keuangan, Andri dapat akses permodalan. "Jadi, proses pendampingan yang saya terima dari Pertamina dilakukan secara bertahap. Banyak sekali. Mulai dari tahap small medium enterprise (SME) lokal yang UMKM Naik Kelas itu, terus SME tahap kedua UMKM Go Online dan saat ini saya sedang menjalani SME ketiga UMKM Go Global. Ini tidak mudah," paparnya.

Bir Jawa Yang-Ti

Dia menyebut produksi sirup secang saat ini setidaknya mamiliki 16 produk turunan. Salah satunya adalah Bir Jawa. Bir Jawa ini merupakan minuman berkomposisi sirup secang dipadu dengan perasan jeruk nipis.

Secara historis, kata Andri, Bir Jawa ini muncul sejak kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono IX. Minuman itu dibuat sebagai bentuk penyesuaian keraton Jogja dengan kebiasaan masyarakat Eropa yang gemar bersulang dengan minuman beralkohol.

Meskipun Bir Jawa tidak mengandung alkohol, dari segi penampilan minuman ini berwarna merah alamiah rempah-rempah. Walaupun dinamakan bir namun minuman ini tidak memabukkan. Sebaliknya, Bir Jawa memiliki nilai manfaat karena seperti minum jamu.

"Minuman ini menyehatkan dan dapat menghangatkan badan. Bir Jawa terbuat dari pohon secang dan rempah-rempah sereh, jahe, akar-akaran dan sebagainya. Saya ingin melestarikan minuman tradisional kita," katanya.

Racikan minuman secang Andri peroleh dari sosok ibunya. Namun ia merasa meracik rempah-rempah setiap hari cukup ribet. Mulai dari membersihkan, mengupas hingga mencampur satu per satu bahan setiap kali diminum. Hal itu yang mendasari Andri untuk berinovasi membuat sirup secang dengan berbagai kemasan botol 250 ml, 300 ml hingga yang berbentuk sachet. "Jadi simpel, nggak ribet lagi kalau mau minum secang," katanya.

Andri masih bermimpi agar produk sirup rempah Yang Ti bisa menyamai bakpia yang menjadi oleh-oleh khas Jogja. Saat ini, Andri mengaku sudah punya pasar tersendiri. Mulai dari turis lokal, perorangan, sejumlah instansi, hotel, kafe, restoran dan katering kerap menjadi pelanggannya. Bahkan sejak 2018, Presiden ketujuh Joko Widodo yang jadi langganan tiap berkunjung ke Jogja.

Lokal jadi Vokal

Sementara itu, President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan sebanyak 30 UMKM terlibat dalam SMEXPO 2024 di Kota Jogja. UMKM tersebut sudah melalui kurasi oleh Pertamina Foundation diantaranya UMKM kriya, fashion, dan kuliner. "Harapan kami Pasar Ngasem akan populer di masyarakat Indonesia melalui produk-produk UMKM binaan Pertamina,” paparnya.

UMKM tersebut banyak didominasi dengan konsep ramah lingkungan yang dikelola oleh perempuan. Sebelumnya UMKM ini telah mendapatkan pendampingan dari Pertamina, melalui Smexpo para pelaku UMKM dipertemukan dengan buyer nasional maupun internasional. Adapun pelaku UMKM perempuan tersebut telah melalui kurasi dari women preneur yang ada di DIY.

Hal senada disampaikan Direktur SDM PT Pertamina Persero, Erry Sugiharto. Dia mengatakan bahwa SMEXPO merupakan salah satu inovasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang telah rutin diadakan setiap tahun sejak Tahun 2020. SMEXPO 2024 tidak hanya di Kota Jogja, tetapi juga dilaksanakan di Makassar, Bandung, Bandar Lampung serta Jakarta yang dimulai pada bulan Agustus hingga Oktober 2024 dengan mengusung tema ‘Lokal jadi Vocal’.

“Lokal jadi Vokal ini adalah tema yang harapannya dapat mengangkat UMKM ke kancah Nasional dan Internasional dengan secara konsisten memberikan pembinaan dan pengembangan bagi UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Jogja memiliki potensi yang luar biasa. Sehingga harapanya, transaksi terhadap produk UMKM juga akan lebih banyak melalui SMEXPO ini. “Semoga tahun ini lebih banyak transaksi yang dilakukan, dibandingkan dengan Tahun 2023 yang total transaksinya mencapai Rp15 Miliar dengan penjualan online maupun offline,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online