2 Tentara Indonesia Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Begini Kondisinya

Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko Jum'at, 11 Oktober 2024 15:37 WIB
2 Tentara Indonesia Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Begini Kondisinya

Api dan asap membubung dari bangunan pertanian di Lebanon selatan, seperti yang terlihat dari Kiryat Shmona di Israel utara yang berbatasan dengan Lebanon, menyusul pemboman oleh tentara Israel, pada 23 November 2023./Antara

Harianjogja, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI mengungkap kondisi terbaru 2 tentara Indonesia (TNI) yang terluka karena diserang oleh tentara pendudukan Israel. Informasi sementara, 2 pasukan yang tergabung dalamyang pasukan penjaga perdamaia PBP United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) itu mengalami luka ringan.

Adapun Kemenlu dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL mengalami luka ringan ketika melakukan pemantauan di markas kontingen Indonesia di Naqoura. 

Adapun, Naqoura terletak di Selatan Lebanon, di dalam area yang disebut dengan blue line. 

“Pasukan perdamaian PBB berada kawasan tersebut di bawah mandat DK PBB untuk mendukung stabilitas Lebanon,” tulis keterangan tersebut.

Dijelaskan bahwa kedua personil dengan segera memperoleh perawatan di Rumah Sakit terdekat dan tengah dalam kondisi yang baik. Luka yang diperoleh dua personel tersebut berasal dari luncuran peluru tank Merkava IDF. 

“Menlu RI sudah berkomunikasi langsung dengan komandan kontingen Garuda FHQSU (Force Headquarter Support Unit),” terangnya. 

Pemerintah Indonesia kemudian mengingatkan kepada IDF soal pentingnya penghormatan terhadap pasukan, properti dan memastikan keselamatan dan keamanan personil UNIFIL. 

“Indonesia menegaskan serangan apapun terhadap peacekeepers adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan resolusi DK PBB 1701 sebagai dasar mandat UNIFIL.” tuturnya. 

Selain itu, Indonesia meminta agar semua pihak memastikan bahwa wilayah PBB tidak dilanggar dalam situasi apapun. Indonesia juga mendesak agar investigasi segera dilakukan terhadap serangan tersebut, serta menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Jibi/Bisnis.com

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online