Momen Haru Pertemuan Orang Tua dengan Pendaki Asal Semarang Naomi yang Hilang 3 Hari di Gunung Slamet

Fitroh Nurikhsan
Fitroh Nurikhsan Selasa, 08 Oktober 2024 23:07 WIB
Momen Haru Pertemuan Orang Tua dengan Pendaki Asal Semarang Naomi yang Hilang 3 Hari di Gunung Slamet

Momen pertemuan orang tua dengan pendaki asal Kota Semarang, Naomi Daviola Setyani, yang hilang selama tiga hari di Gunung Slamet diwarnai isak tangis. Orang tua yang tampak cemas langsung memeluk erat anaknya ketika mereka pertama kali bertemu di Basecamp Bambangan, lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (8/10/2024). /Istimewa.

Harianjogja, PURBALINGGA—Momen pertemuan orang tua dengan pendaki asal Kota Semarang, Naomi Daviola Setyani, yang hilang selama tiga hari di Gunung Slamet diwarnai isak tangis. Orang tua yang tampak cemas langsung memeluk erat anaknya ketika mereka pertama kali bertemu di Basecamp Bambangan, lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (8/10/2024). 

Video pertemuan antara pendaki berusia 17 tahun dengan orang tuanya itu turut tersebar di grup WhatsApp (WA) dan viral di medsos. Tampak pelajar SMKN 3 Semarang itu turun dari lereng Gunung Slamet dengan kawalan tim SAR gabungan.

BACA JUGA : Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar Masih Ditutup

“Tadi mereka bertemu di basecamp sekitar jam 15.10 WIB. Orang tua Vio sampai di Purbalingga jam 04.00 pagi. Terus dapat kabar anaknya ditemukan jam 10.10 WIB,” ucap Kepala BPBD Purbalingga, Prayitno, Selasa (8/10/2024).

Saat Naomi kali pertama ditemukan tim SAR, Prayitno menuturkan pelajar SMKN 3 Semarang itu sedang duduk di dekat warung di pos 7 jalur pendakian pos Baturraden.

“Dia ditemukan sekitar 10 meter di belakang warung atau di punggung gunung. Di pos 7 memang ada warung yang jualan, tapi warung lagi tutup. Terus saat ditemukan dia lagi duduk di bawah pohon,” ujarnya.

Ia menceritakan ketika tim SAR gabungan memasuki Pos 7, mereka terus memanggil-manggil nama Vio, sapaan Naomi. Lalu terdengar sebuah balasan, sekejap kemudian tim SAR berhasil menemukan sumber suara yang berasal dari Vio.

Prayitno mengatakan Vio sempat dipapah oleh tim SAR karena kondisinya lemas. Selepas berhasil dievakuasi ke basecamp, Vio langsung dibawa ke PKU Muhammadiyah untuk mendapatkan perawatan.

“[Naomi] sempat dipapah sampai pos 2. Lalu dia minta jalan kaki sampai ke basecamp. Ini saya barusan pulang dari rumah sakit. Dia bertahan hidup dengan roti tiga potong,” katanya.

BACA JUGA : Jalur Pendakian Merapi Ditutup, Warga Diharapkan Bantu Ingatkan Pendaki

Priyanto kemudian memaparkan Vio tersesat cukup jauh dari jalur pendakian via Bambangan Gunung Slamet. Beruntung dia masih bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kondisinya lemas, matanya merah. Tadi saran dari dokter Vio harus istirahat satu hari di rumah sakit untuk pemilihan tubuhnya,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online