Varian Baru Monkeypox yang Lebih Berbahaya Ada di Thailand

Newswire
Newswire Jum'at, 23 Agustus 2024 22:57 WIB
Varian Baru Monkeypox yang Lebih Berbahaya Ada di Thailand

Ilustrasi Monkeypox - Freepik

Harianjogja.com, BANGKOK—Kementerian Kesehatan Thailand mengonfirmasi temuan kasus pertama varian baru Clade 1b virus Monkeypox (Mpox) yang berpotensi lebih berbahaya di negara tersebut.

Virus Monkeypox sebelumnya ditemukan pada pasien berusia 66 tahun yang terbang dari Benua Afrika dan tiba di Thailand pada 14 Agustus tanpa gejala. Pasien kemudian didiagnosa terinfeksi Mpox setelah muncul gejala.

"Departemen Pengendalian Penyakit telah merilis hasil studi yang dilakukan departemen sains kementerian yang mengonfirmasi temuan varian Clade 1b virus Mpox," kata departemen tersebut melalui pernyataan, Kamis (22/8) waktu setempat.

Varian Clade 1b dianggap lebih menular dibanding varian Clade 1 dan Clade 2 yang sebelumnya ditemukan di negara tersebut. Sebelumnya Kementerian mengatakan virus Mpox menular melalui udara, meskipun tidak semudah virus Covid-19.

Penyakit itu biasanya tidak berkembang menjadi parah dan pasien dapat sembuh tanpa pengobatan intensif, kecuali dalam kasus imun yang lemah sehingga kondisinya menjadi parah, kata kementerian.

Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Mpox di Benua Afrika sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

BACA JUGA: Wilayah Bantul Rawan Kebakaran Daun Kering di Permukaan Tanah

Vaksin Massal

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengatakan vaksin Monkeypox massal bagi masyarakat Indonesia belum diperlukan, karena belum ada rekomendasi dari WHO. "Ndak perlu, karena WHO pun belum merekomendasikan," ujar Plt Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. 

Nadia menjelaskan saat ini, vaksin tersebut diprioritaskan bagi kelompok yang berisiko terpapar virus itu. Adapun terkait dengan persediaan vaksin cacar monyet, Nadia mengatakan bahwa stok tahun ini masih cukup, sehingga belum ada urgensi untuk menambahkannya.

WHO merekomendasikan vaksinasi terarah dalam upaya melawan cacar jenis Mpox, alih-alih vaksinasi massal di wilayah di mana virus tersebut terdeteksi, dengan alasan bahwa menghentikan penyebaran Mpox lebih mudah daripada menangani Covid-19.

Juru Bicara WHO, Margaret Harris, mengatakan vaksin sebagai cara efektif melawan Mpox, direkomendasikan bagi orang-orang yang diketahui telah terpapar. Dia menyarankan orang-orang tersebut untuk mendapatkannya dalam waktu empat hari setelah terpapar.

"Kelompok lain yang harus divaksinasi Monkeypox adalah petugas kesehatan di daerah di mana terdapat pandemi yang sedang berlangsung, untuk melindungi mereka. Ada beberapa kelompok lain yang berisiko lebih besar," kata Margaret.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online