Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Supermoon - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Fenomena supermoon biru bakal terjadi malam ini Senin (19/8/2024). Ini yang pertama dari empat supermoon berturut-turut pada tahun 2024.
Supermoon terjadi saat bulan purnama bertepatan dengan jarak terdekat bulan ke Bumi dalam orbitnya. Hal ini membuat bulan tampak sedikit lebih terang dan lebih dekat dari biasanya, meskipun perbedaannya sulit dilihat dengan mata telanjang.
Menurut Fred Espanak , ahli gerhana dan astrofisikawan NASA yang sudah pensiun, akan ada empat bulan super pada tahun 2024, pada bulan Agustus, September, Oktober dan November.
Definisi Espanak tentang supermoon sebagai bulan purnama dalam jarak 90% dari pendekatan terdekatnya ke Bumi memberi kita empat hal untuk dilihat tahun ini.
Istilah "bulan purnama super" baru digunakan dalam 40 tahun terakhir, tetapi mendapat banyak perhatian pada akhir tahun 2016 ketika tiga bulan purnama super terjadi berturut-turut.
Bulan purnama super pada bulan November 2016 juga merupakan bulan purnama super terdekat dalam 69 tahun, meskipun bulan purnama super terdekat akan muncul pada tahun 2030-an.
Istilah "bulan purnama super" baru digunakan dalam 40 tahun terakhir, tetapi mendapat banyak perhatian pada akhir tahun 2016 ketika tiga bulan purnama super terjadi berturut-turut.
Bulan purnama super pada bulan November 2016 juga merupakan bulan purnama super terdekat dalam 69 tahun, meskipun bulan purnama super terdekat akan muncul pada tahun 2030-an.
Bertentangan dengan ungkapan klasik, bulan biru bukanlah fenomena astronomi yang langka. Jenis pertama, yang tidak akan muncul besok, terjadi kira-kira setiap beberapa tahun sekali, dan jenis lainnya bahkan lebih umum dari itu, biasanya terjadi setidaknya sekali setiap beberapa musim.
Supermoon terjadi beberapa kali dalam setahun, namun dua fenomena tersebut terjadi sekaligus lebih jarang terjadi: hampir terjadi sekali dalam satu dekade. Bagaimanapun, ini pasti layak untuk Anda lihat dari jendela Anda.
BACA JUGA: Pilkada Sleman, PKB Dikabarkan Keluar dari Koalisi Pengusung Kustini
Matahari akan terbenam tepat setelah jam 8 malam, namun saat ini cuacanya agak mendung. Langit cerah selalu memudahkan untuk melihat bulan, jadi jika ada awan tebal dan gelap, hal ini bisa jadi lebih sulit.
Pilihan terbaik Anda adalah keluar dari pusat kota dan menuju ke tempat yang polusi cahayanya lebih sedikit, jauh dari bangunan yang mungkin menghalangi pandangan Anda.
Anda tidak memerlukan peralatan apa pun untuk melihat supermoon ini, yang perlu Anda lakukan hanyalah mencari. Jangan ragu untuk membawa teleskop atau teropong ke bukit untuk mendapatkan pemandangan yang lebih baik.
Selama akhir pekan, Anda mungkin memperhatikan bahwa bulan lebih besar dan lebih terang dari biasanya, terutama malam ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick
Desa Sejahtera Astra Bugisan memiliki daya pikat tersendiri setelah berhasil mengembangkan potensi budaya dan wisatanya.
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya