Pakistan Konfirmasi 1 Warganya Terinfeksi Virus Cacar Monyet

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Jum'at, 16 Agustus 2024 16:57 WIB
Pakistan Konfirmasi 1 Warganya Terinfeksi Virus Cacar Monyet

Monkeypox atau cacar monyet./Foto-CDC

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Pakistan mengonfirmasi adanya satu kasus virus mpox atau cacar monyet pada seorang pasien yang kembali dari negara Teluk. Hingga saat ini pemerintah Pakistan menduga ada tiga kasus.

Juru bicara kementerian kesehatan mengatakan pengurutan kasus yang dikonfirmasi sedang dilakukan, dan tidak jelas varian mpox mana yang diderita pasien sampai prosesnya selesai.

Bentuk baru virus ini telah memicu kekhawatiran global karena virus ini tampaknya lebih mudah menyebar melalui kontak dekat yang rutin.

Dilansir dari Reuters, departemen kesehatan di provinsi utara Khyber Pakhtunkhwa mengatakan tiga kasus telah terdeteksi pada pasien yang tiba dari Uni Emirat Arab. Hanya saja belum jelas apakah pasien yang dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Pusat termasuk di antara ketiga pasien tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan wabah penyakit baru-baru ini sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional setelah varian baru virus ini teridentifikasi.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Sajid Shah mengatakan sejauh ini mereka belum mendapatkan konfirmasi mengenai varian baru tersebut, namun pengurutan sampel dari pasien yang dikonfirmasi sedang dilakukan. “Setelah selesai, kami akan dapat mengetahui jenis strain apa yang terjadi,” kata Shah.

Salim Khan, Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan tiga pasien berada di karantina.

Para pejabat kesehatan global pada Kamis (15/8/2024) mengonfirmasi adanya infeksi virus mpox jenis baru di Swedia dan mengaitkannya dengan wabah yang semakin meningkat di Afrika, yang merupakan tanda pertama penyebaran virus tersebut ke luar benua tersebut.

Sehari sebelumnya, WHO mengeluarkan tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap wabah ini di Afrika setelah kasus-kasus di Republik Demokratik Kongo menyebar ke negara-negara terdekat.

Terdapat 27.000 kasus dan lebih dari 1.100 kematian, terutama di kalangan anak-anak, di Kongo sejak wabah ini dimulai pada Januari 2023.

Penyakit yang disebabkan oleh virus cacar monyet ini menyebabkan gejala mirip flu dan lesi berisi nanah. Penyakit ini biasanya ringan namun dapat menyebabkan kematian, dimana anak-anak, wanita hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV, semuanya mempunyai risiko komplikasi yang lebih tinggi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online