Minat Perusahaan Indonesia untuk Penelitian Dinilai Rendah Sebabkan Banyak Periset Pindah ke Luar Negeri

Newswire
Newswire Senin, 29 Juli 2024 06:37 WIB
Minat Perusahaan Indonesia untuk Penelitian Dinilai Rendah Sebabkan Banyak Periset Pindah ke Luar Negeri

Ilustrasi Penelitian./ stockcake.com

Harianjogja.com, JAKARTA-Minat perusahaan Indonesia dinilai kurang terhadap penelitian, sehingga banyak periset RI memilih bekerja di luar negeri. Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional periode 2016-2019 Bambang Brodjonegoro.

"Di Indonesia, minat perusahaan untuk melakukan riset dan pengembangan (R&D) itu sangat terbatas, belum banyak. Mereka (perusahaan) lebih suka menggunakan teknologi yang sudah ada," kata Bambang Brodjonegoro pada kegiatan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2024 di Pangkalan Kerinci, Riau, Minggu (28/7) dilansir Antara

Alasan tersebut membuat kepindahan para periset RI ke luar negeri, menjadi sebuah hal yang wajar.

Masalah tentang peneliti Indonesia yang berbondong-bondong menjadi diaspora, sebenarnya bukan isu baru. Persoalan itu juga sempat ramai mengemuka pada 2009.

Kendati demikian, menurut Bambang, kondisi tersebut sampai saat ini masih bergulir dan belum teratasi.

BACA JUGA: Museum Berpotensi Besar Untuk Pendidikan dan Penelitian

Menteri Keuangan pada 2014-2016 menilai berbagai pihak perlu bekerja sama mencari solusi terkait "kabur-nya" peneliti RI. Apalagi, saat ini ada target visi Indonesia Emas pada 2045.

"Barangkali dari pemerintah perlu memberikan anggaran atau dukungan yang lebih besar kepada kegiatan riset dan pengembangan. Kepada perusahaan juga diberi insentif," tutur Bambang.

Pemerintah juga dianggap perlu menghadirkan variasi pekerjaan bagi peneliti.

"Jadi tidak hanya terbatas bekerja di instansi pemerintah untuk penelitian, atau di universitas. Karena yang saya lihat di luar negeri banyak yang hidupnya cukup bagus saat menjadi peneliti di perusahaan swasta," jelas Bambang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online