PBNU Siapkan Langkah Strategis Bantu Rakyat Palestina

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 18 Juli 2024 15:57 WIB
PBNU Siapkan Langkah Strategis Bantu Rakyat Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membantu rakyat Palestina

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa upaya membantu rakyat Palestina harus dilandasi perhitungan dan perencanaan strategis yang nyata. 

"Prinsip membantu Palestina harus ada perhitungan dan perencanaan strategis yang nyata dengan siapa melakukan engagement dan hasilnya apa. Jadi, tidak asal jalan tanpa didahului merencanakan capaian yang ditargetkan," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024) dikutip dari laman resmi NU.

Ia juga menegaskan bahwa PBNU telah menyiapkan langkah-langkah nyata dan strategis untuk membantu rakyat Palestina hingga mencapai solusi yang ada. Tuntutan utamanya, kata dia, adalah menghentikan kekerasan di Palestina dan mencari jalan keluar demi terciptanya perdamaioan.

Sebagai bagian dari upaya konkret itu, PBNU mengundang pejabat dari otoritas Palestina untuk datang ke Indonesia. PBNU akan berperan sebagai tuan rumah untuk memfasilitasi kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka menggalang upaya bersama membantu rakyat Palestina.

"PBNU akan memfasilitasi sebagai tuan rumah untuk melakukan engagement dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menggalang upaya membantu rakyat Palestina menuju jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi saat ini," tambah Gus Yahya.

BACA JUGA: Polemik Lima Kader Muda NU Bertemu Presiden Israel, PBNU Segera Panggil Kelimanya

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan mempercepat tercapainya perdamaian serta keadilan bagi rakyat Palestina, sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan yang dipegang PBNU.

Yahya kembali menegaskan bahwa kader NU untuk menjalin hubungan yang terkait dengan Israel, meskipun untuk beasiswa.  "Satu-satunya yang diperbolehkan adalah yang bertujuan untuk membantu rakyat Palestina. Itu satu-satunya yang diperbolehkan dan ini harus dinyatakan secara eksplisit kepada semua pihak yang melakukan engagement,” ujarnya.

Situasi Israel-Palestina yang ada saat ini, kata dia, menjadi pertimbangan yang tak boleh diabaikan para kader NU. Hingga saat ini, Israel masih terus melakukan serangan ke Gaza dan belum mengakui status kenegaraan Palestina.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online