Menkeu Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II, Terbanyak di Bea Cukai
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melantik 36 pejabat eselon II Kemenkeu, terbanyak di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dalam Puncak Bulan Bung Karno 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/6/2023). Antara-ist/PDIP
Harianjogja.com, JAKARTA—Usai digelar Rakernas V PDIP di Ancol, belum ada ketegasan sikap apakah partai moncong putih tersebut menjadi opisisi atau bergabung dengan pemerintah.
Hal itu dinilai potensi pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dengan presiden terpilih Prabowo Subianto semakin terbuka.
Seperti diketahui, dalam Rakernas V PDIP di Ancol, Megawati belum mengungkap sikap partainya terhadap pemerintahan Prabowo. Padahal sebelumnya sejumlah elite PDIP mengungkapkan dalam raker tersebut, partai banteng akan menentukan masa depan politik mereka 5 tahun mendatang.
BACA JUGA: Soal Posisi di Pemerintahan Baru, PDIP Kumpulkan Pendapat Kader
Juru Bicara PDIP Chico Hakim mengaku, selama ini tidak ada halangan psikologis ataupun politis untuk mewujudkan pertemuan antara Megawati dengan Prabowo.
"Tidak ada juga yang menghalang-halangi dari pihak PDI Perjuangan, baik gitu juga dari pihak Partai Gerindra, karena hubungan di antara kedua partai kami dan juga yang kami pahami bahwa Bu Mega dan Pak Prabowo juga tidak pernah ada permasalahan yang besar di antara mereka," ujar Chico kepada JIBI, Minggu (26/5/2024).
Oleh sebab itu, lanjutnya, pertemuan antara presiden ke-5 RI dengan presiden ke-8 itu sangat terbuka lebar. Meski demikian, dia belum bisa mengungkapkan kapan pastinya pertemuan tersebut terwujud.
"Tentu saja ada kemungkinan komunikasi lebih lanjut untuk membicarakan kepentingan bangsa ke depan. Bisa saja terlaksana dalam waktu dekat atau waktu yang ditentukan nanti," katanya.
Lebih lanjut, Chico menjelaskan alasan Megawati belum menentukan sikap politik kepada pemerintah Prabowo ke depan karena PDIP merasa berada di atas angin.
Apalagi, lanjutnya, PDIP menjadi partai politik dengan perolehan kursi terbanyak di DPR RI berdasarkan hasil Pileg 2024. Oleh sebab itu, dirasa tidak ada urgensi untuk cepat-cepat umumkan posisi PDIP: jadi oposisi atau malah masuk ke pemerintahan Prabowo.
"Jadi memang sebagai pemenang pemilu legislatif kami merasa posisi kami cukup baik, cukup bagus, dan cukup menguntungkan," jelas Chico.
Lagipula, sambungnya, PDIP akan lebih memfokuskan kekuatan partai untuk siapkan diri hadapi Pilpres 2024 yang hari pencoblosannya dilakukan pada 27 November nanti. Sebelumnya, Megawati sendiri mengakui banyak pihak sudah menanti keputusannya soal posisi PDIP untuk lima tahun ke depan.
Meski demikian, dia masih mau menggantungkan penantian banyak pihak tersebut. "Gue mainin dulu dong [sebelum diputuskan]. Setuju nggak?" tanya Megawati kepada ribuan kader PDIP yang hadir dalam penutupan Rakernas V PDIP, Jumat (26/5/2024). Bagaimanapun, lanjut Megawati, sikap partai politik PDIP selalu diumumkan dalam ajang Kongres Partai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melantik 36 pejabat eselon II Kemenkeu, terbanyak di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.