Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politiknya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT PDI Perjuangan ke-53 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). ANTARA FOTO/Monang Sinaga/fzn/rwa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyinggung persoalan kerusakan lingkungan yang dinilainya menjadi pemicu rangkaian bencana di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa pekan terakhir.
Berbicara dalam Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026), Megawati menegaskan bahwa banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak dapat dilihat sebagai kejadian alamiah semata.
Menurut Megawati, perubahan fungsi kawasan hulu yang sebelumnya menjadi ruang penyangga ekologis telah menyebabkan kemampuan tanah dalam menyerap air menurun drastis. Kondisi itu dipicu pembukaan hutan dan konversi lahan secara besar-besaran.
“Pembukaan hutan untuk kepentingan monokultur membuat fungsi penyangga hilang,” ujarnya. Ia menilai praktik tersebut menciptakan kerentanan yang akhirnya dirasakan masyarakat di wilayah hilir.
Megawati juga menyoroti minimnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait pemanfaatan ruang dan sumber daya alam. Ia menilai pendekatan pembangunan yang mengorbankan lingkungan justru menyisakan dampak mendalam bagi warga kecil.
“Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Itu bukan pembangunan—itu pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan menolak model pembangunan yang menempatkan eksploitasi sebagai prioritas, dan mendorong agar prinsip keadilan ekologis menjadi dasar dalam kebijakan publik.
Rakernas kali ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan yang mengangkat tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya”.
Slogan Sanskerta tersebut memiliki makna “Kebenaran akan Menang”, sementara kutipan dari lagu Indonesia Raya itu ditegaskan sebagai simbol keteguhan dan daya tahan perjuangan partai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.