Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Pengendara motor sedang mengisi BBM jenis Pertalit di SPBU./ Ist
SEMARANG– PT Pertamina Patra Niaga menegaskan tetap menyalurkan BBM jenis Pertalite (RON 90) kepada masyarakat sesuai dengan Penugasan Pemerintah yang mengacu pada kuota Pertalite tahun 2024 dan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 yang menjelaskan bahwa Pertalite merupakan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).
“Sebagai operator pelaksanan penyaluran JBKP, acuan kami untuk menyalurkan produk Pertalite adalah kepmen ESDM no 37 tahun 2022, kami tetap menyalurkan Pertalite (RON 90) kepada masyarakat sesuai kuota yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, Kamis (16/4).
Tercatat hingga April 2024, realisasi penyaluran Pertalite di wilayah Jawa Tengah sebanyak 1,16 juta Kiloliter (KL), dari total Kuota Pertalite YTD (Year To Date) Januari hingga April tahun 2024 yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebesar 1,17 juta KL, sementara untuk wilayah DI Yogyakarta realisasi penyaluran Pertalite hingga 30 April 2024 adalah 182 ribu KL dari total kuota YTD April sebanyak 187 KL.
Brasto mengatakan, ketahanan stok produk Pertalite di atas 9 hari. Stok dipastikan aman untuk mencukupi kebutuhan wilayah Jawa Tengah dan DIY. Stok ini belum termasuk stok yang akan disalurkan dari kilang dan stok yang sedang berjalan dari kapal tanker.
“Kami terus berkoodirnasi dengan regulator untuk memastikan kebutuhan Pertalite terpenuhi sesuai dengan arahan dan kebijakan dari Pemerintah,” ungkap Brasto.
BACA JUGA: Heboh Pertalite Dihapus, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menegaskan bahwa Pertalite masih disalurkan di seluruh wilayah.
"Hingga saat ini kami masih menyalurkan Pertalite di semua wilayah sesuai dengan penugasan yang diberikan Pemerintah. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," tegas Irto dalam keterangan tertulis (7/5).
Lebih lanjut Irto mengungkapkan bahwa Pertamina Patra Niaga telah mendorong digitalisasi untuk penyaluran BBM Subsidi melalui program Subsidi Tepat.
“Program Subsidi Tepat menjadi upaya kami untuk memastikan transparansi penyaluran BBM bersubsidi. Melalui digitalisasi, penyaluran BBM bersubsidi dapat dipantau secara real time, dan mencegah potensi penyelewengan di lapangan,” tutupnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.