Kemendagri Sentil Bupati Pati Sudewo, Ini Penyebabnya
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers seusai mengikuti rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Pemilu 2024 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (24/4/2024). - Antara Foto/Aprillio Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui 8% dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan.
Prabowo mengakui sebelum dirinya dilantik menjadi presiden, dia sudah diskusi dengan para pakar ekonomi dan menghitung semua kemungkinan untuk menaikan ekonomi di Indonesia.
"Saya sangat yakin dan saya juga sudah berbicara dengan pakar dan mempelajari angkanya. Saya yakin kita dapat dengan mudah mencapai 8%. Malah saya bertekad melampauinya," tutur Prabowo di sela-sela acara Qatar Economic Forum di Doha, Rabu (15/4/2024).
Menurut Prabowo salah satu kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut adalah melalui kebijakan hilirisasi. Namun dia meminta masyarakat bersabar karena dibutuhkan waktu beberapa tahun agar bisa mencapai hasil maksimal.
"Ya mungkin (harapannya) bisa (terwujud) dalam dua tiga tahun ke depan," katanya.
Selain hilirisasi, Prabowo juga menyoroti aspek yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun pertama pemerintahannya yaitu dengan produksi dan distribusi pertanian, pangan serta energi.
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Meleset dari Target, Ini Penyebabnya
"Kita ingin go green dengan cara yang sangat cepat. Kita ingin memproduksi diesel dari minyak kelapa sawit dan ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat," ujarnya.
Di sisi lain, ekonom PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjojo mengungkapkan Indonesia menghadapi dilema dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lebih dari 5%.
Dirinya menyampaikan pada dasarnya Indonesia perlu tumbuh lebih dari 5% untuk keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap (MIT). Namun, di sisi lain, terdapat kesulitan yang menghadang Indonesia untuk dapat menyentuh target 6%.
Bahkan lebih baik lagi, butuh pertumbuhan ekonomi 7% hingga 8% untuk menjadi negara maju.
“Tanpa kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, sangat sulit untuk mencapai pertumbuhan 6%,” ujarnya dalam diskusi 2024 Fitch on Indonesia, Rabu (15/5/2024).
Enrico menyampaikan kunci dari pertumbuhan 6% yaitu melalui kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, seperti keberlanjutan, konektivitas, dan mendorong produktivitas UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.