Selundupkan 1,3 Ton Ketamin, 8 Awak MV King Sun Jadi Tersangka
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini
Harianjogja.com, SURABAYA—Ombudsman Republik Indonesia menyiapkan mitigasi untuk meninjau penyaluran tambahan pupuk bersubsidi dari program Kementerian Pertanian yang diproduksi oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pupuk Indonesia (PI).
"Kami melakukan pengawasan terkait dengan tata kelola ini sudah dari sejak 2021 dan perbaikannya luar biasa. Setelah kami mendengarkan ternyata per 1 Mei 2024 angkanya drop dari 2,3 juta di tahun 2023 menjadi 1,7 juta dan per hari ini menjadi 1,9 juta," ucap anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika disela kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi di Surabaya, Senin (13/5/2024).
BACA JUGA : Temanggung Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Ia menduga, ada lima unsur yang menjadi penyebab turunnya penebusan pupuk subsidi di kalangan petani di Indonesia. "Pertama penerapan I-Pubers atau aplikasi penyaluran pupuk bersubsidi milik Kementan, apakah aplikasi tersebut bermasalah karena terlalu cepat diterapkan. Kami akan dalami lagi," tuturnya.
Kedua, kata dia, pergeseran musim tanam, yang kemungkinan bisa menunda penebusan pupuk subsidi karena baru menanam lagi pada Mei atau Juni.
"Namun kami juga harus lihat lebih detail apakah juga demikian menjadi penyebab dominannya," katanya.
Selanjutnya, dugaan ketiga mengarah pada persoalan kios yang tidak memiliki modal untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani. "Persoalan kios tidak memiliki modal sehingga dia tidak mampu menyediakan stok yang awal," katanya.
BACA JUGA : Alokasi Pupuk Subsidi Kulonprogo Naik, Akses Petani Dipastikan Lebih Mudah
Selain itu, ada persoalan data dan keuntungan kios dari menjual pupuk subsidi yang tidak pernah naik sejak 2010. "Di antara itu semua, sebenarnya ada lima yang diduga menjadi penyebab permasalahan penyalura
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.