Darurat, Kasus Demam Berdarah di Amerika Tembus 5,2 Juta, 1.800 Orang Meninggal

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Jum'at, 19 April 2024 20:27 WIB
Darurat, Kasus Demam Berdarah di Amerika Tembus 5,2 Juta, 1.800 Orang Meninggal

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Situasi darurat terjadi di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, jumlah pasien demam berdarah di AS mencapai 5,2 juta orang dan 1.800 orang meninggal dunia.

Kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) atau sebuah badan PBB, mengonfirmasi lebih dari 5,2 juta kasus demam berdarah di seluruh Amerika pada tahun ini. Angka ini melonjak lebih dari 48% dari 3,5 juta kasus yang dilaporkan kelompok tersebut pada akhir bulan lalu.

Lebih dari 1.800 orang telah meninggal karena penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk ini, naik dari lebih dari 1.000 kematian yang dilaporkan pada bulan lalu pada tahun ini hingga Maret. “Kami menghadapi situasi darurat,” kata Direktur PAHO Jarbas Barbosa dalam konferensi pers dilansir dari Reuters.

Baca Juga

DBD di Kota Jogja Meningkat, Tercatat ada 49 Kasus

Kasus DBD di DIY Meningkat, Dinkes Minta Warga Kembali Galakkan Program 3M Plus

Kasus DBD di Kota Jogja Menurun Drastis, Hanya 48 Kasus, Kok Bisa?

Negara-negara yang sejauh ini paling terkena dampak wabah ini, Argentina dan Brasil, masih memiliki penularan yang sangat kuat. Barbosa memperingatkan bahwa pasokan vaksin demam berdarah yang ada “sangat terbatas” dan bahkan vaksinasi yang meluas tidak akan berdampak langsung dalam menghentikan wabah yang sedang berlangsung.

“Vaksin demam berdarah dapat berperan penting dalam mengurangi kasus kematian yang parah, tetapi memerlukan waktu hingga efek vaksin dapat tercermin dalam penurunan kasus demam berdarah,” kata Barbosa.

Gejala demam berdarah antara lain demam, sakit kepala, muntah, ruam kulit, serta nyeri otot dan sendi. Dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan demam berdarah yang lebih parah, sehingga mengakibatkan pendarahan yang dapat berujung pada kematian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online