3 Hari Pascagempa Taiwan, 600 Orang Masih Terdampar dan Terisolasi Reruntuhan

Erta Darwati
Erta Darwati Minggu, 07 April 2024 19:47 WIB
3 Hari Pascagempa Taiwan, 600 Orang Masih Terdampar dan Terisolasi Reruntuhan

Gempa bumi Taiwan./JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak lebih dari 600 orang termasuk 450 orang di sebuah hotel di Taman Taroko, masih terdampar di berbagai lokasi yang tertimbun tanah longsor dan kerusakan lainnya, 3 hari pascagempa bumi kuat yang mengguncang Taiwan, pada Rabu (3/4/2024). 

Helikopter dari Korps Layanan Lintas Udara Nasional Taiwan terbang ke daerah terpencil di dekat Taman Nasional Taroko untuk menyelamatkan pengunjung yang terdampar. Adapun helikopter penyelamat Taiwan melakukan operasi penyelamatan terhadap wisatawan setelah gempa bumi besar memutus jalan dan memblokir terowongan, yang menyebabkan ratusan orang terdampar selama berhari-hari di pegunungan.

Lebih lanjut, terlihat dalam penerbangan, helikopter tersebut membawa 12 orang ke tempat aman, dan penerbangan kedua membawa 16 orang. “Prioritas diberikan kepada orang lanjut usia, orang lemah, perempuan, anak-anak, dan orang-orang dengan penyakit kronis. Meski semua orang lelah setelah turun gunung, mereka semua tetap menunjukkan senyuman,” kata situs berita Taiwan ET Today.

Melansir CNA, setidaknya empat orang lagi masih hilang di Jalur Shakadang yang sama di Taman Nasional Taroko, yang terkenal karena daerah pegunungannya yang terjal. 

Pencarian dan pemulihan dijadwalkan dilanjutkan setelah dibatalkan karena gempa susulan, pada Jumat (5/4/2024) sore.  Tim penyelamat juga berencana membawa alat berat untuk mencoba menemukan dua jenazah yang terkubur di bawah batu besar di jalur pendakian.

BACA JUGA: Gempa Taiwan, 52 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Setidaknya 12 orang tewas dan lebih dari 1.100 orang terluka akibat gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) yang melanda pulau itu, pada Rabu (3/4/2024). 

Sementara itu, para penyintas menceritakan kisah-kisah mengerikan tentang bebatuan yang berjatuhan ke jalan raya, menjebak mereka di dalam terowongan hingga tim penyelamat tiba untuk membebaskan mereka. 

Tim penyelamat juga mengirimkan kotak makanan dan perbekalan melalui udara kepada sekelompok siswa, guru, dan warga di sebuah sekolah dasar yang tidak dapat diakses. Perlu diketahui, gempa yang terjadi pada Rabu lalu menjadi yang paling parah di Taiwan sejak gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) melanda pulau itu pada 1999.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online