Iran Mau Balas Serangan, Pasukan Pertahanan Israel Dilarang Cuti

Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho Jum'at, 05 April 2024 10:07 WIB
Iran Mau Balas Serangan, Pasukan Pertahanan Israel Dilarang Cuti

Ilustrasi tank perang berbendara Israel./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA–Pasukan Israel bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Iran. Hal itu dilakukan setelah Israel diduga terlibat pembunuhan para jenderal Iran di Damaskus pekan ini.

Dilansir dari Reuters, Kamis (4/4/2024), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa mereka menangguhkan cuti untuk semua unit tempur, sehari setelah mereka mengatakan bahwa mereka mengerahkan lebih banyak pasukan untuk unit pertahanan udara.

BACA JUGA: Iran Bersumpah Balas Serangan Israel ke Konsulat Iran di Suriah

Militer Israel mengatakan bahwa mereka akan merespons dengan tegas dan memberi isyarat bahwa mereka telah meningkatkan kesiagaan militernya.

Kemungkinan Iran akan membalas serangan udara Israel pada hari Senin yang diduga dilakukan terhadap kompleks kedutaan besar Iran di Damaskus telah meningkatkan momok perang yang lebih luas, meskipun dua sumber Iran mengatakan bahwa respons Iran akan terukur agar menghindari eskalasi.

"Negara Israel siap untuk setiap skenario. Kami akan merespon dengan kekuatan untuk setiap upaya untuk menyerang kami," ungkap bicara pemerintah Israel Raquela Karamson.

Wartawan Reuters dan penduduk di kota Tel Aviv mengatakan bahwa layanan GPS telah terganggu. Kondisi ini menandakan langkah nyata militer agar dapat menangkal peluru kendali.

Iran yang merupakan musuh bebuyutan Israel telah bersumpah akan membalas dendam atas pembunuhan dua jenderalnya beserta lima penasihat militernya dalam serangan udara terhadap kompleks kedutaan Iran di Ibu Kota Suriah pada Senin (1/4/2024).

Israel diyakini telah melakukan serangan tersebut, yang merupakan salah satu serangan paling signifikan terhadap kepentingan Iran di Suriah, yang merupakan sekutu dekat Iran. Israel tidak mengonfirmasi atau membantah keterlibatannya terhadap serangan tersebut.

"Sesuai dengan penilaian situasi, telah diputuskan bahwa cuti akan ditangguhkan sementara untuk semua unit tempur IDF. IDF sedang berperang dan pengerahan pasukan berada di bawah penilaian terus menerus sesuai dengan kebutuhan," demikian menurut pernyataan militer Israel.

Menyusul kecemasan warga Israel akan kemungkinan eskalasi, militer kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa tidak ada perubahan yang dibuat dalam pedomannya untuk front depan dan bahwa tidak ada kebutuhan untuk mengumpulkan makanan, uang tunai, atau generator.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online