Permudah Evakuasi Korban Longsor Cipongkor, BNPB Modifikasi Cuaca

Newswire
Newswire Rabu, 27 Maret 2024 17:07 WIB
Permudah Evakuasi Korban Longsor Cipongkor, BNPB Modifikasi Cuaca

Kondisi Desa Gindung, Cipongor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat setelah dilanda bencana banjir dan tanah longsor, Senin (25/3/2024) (ANTARA/HO-BNPB)\r\n

Harianjogja.com, BANDUNG—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan. Langkah ini juga untuk mempermudah mengevakuasi korban yang masih tertimbun material longsor di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).

“Bekerja sama dengan BMKG untuk cuaca, khususnya hujan ini, akan kami upayakan untuk dikurangi menggunakan teknologi modifikasi cuaca,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (27/3/2024).

Berdasarkan analisa BNPB, upaya tersebut dinilai cukup efektif untuk mereduksi intensitas hujan yang saat ini sedang tinggi, sehingga menyebabkan longsor di wilayah tersebut.

Ketika curah hujan sudah dapat terkendali, kata dia, maka tim SAR gabungan mampu melakukan proses evakuasi dan pencarian korban dengan baik dan tidak terhalang hujan.

“Jadi operasi modifikasi cuaca ini biar jangan sampai datang hujan lagi, itu rekomendasi dari kami,” katanya.

Baca Juga

Sembilan Warga Gintung Hilang karena Banjir dan Longsor

Dilanda Hujan Lebat, Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Semarang

Material Sisa Tambang di Pengasih Rawan Longsor dan Bahayakan Warga

Lebih lanjut dia menyebut hingga saat ini tim SAR gabungan baru menemukan lima jasad dari 10 korban yang tertimbun longsor di lokasi tersebut.

“Sampai sekarang korban jiwa ada 10 dan hari ini yang sudah ditemukan ada lima jenazah yang berhasil diidentifikasi,” katanya.

Sementara itu Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat Meidi menyampaikan karena faktor kondisi alam, tim SAR gabungan cukup kesulitan untuk menemukan para korban di area tersebut.

“Karena berada di ketinggian 150 meter, antara 60-70 derajat tingkat kemiringannya, artinya riskan. Otomatis risiko tersebut tidak bisa memaksimalkan alat canggih yang dimiliki. Jadinya kami memakai tenaga manusia yang ada," katanya.

Hingga saat ini pihaknya masih terus melanjutkan pencarian lima korban lainnya yang masih tertimbun.

“Kami melakukan pencarian hingga pukul 17.00 WIB dan besoknya pukul 07.00 WIB kita sudah siap kembali untuk melakukan pencarian,” kata Meidi.

Adapun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat sudah menetapkan status tanggap darurat bencana tanah longsor selama 14 hari terhitung sejak 25 Maret - 14 April 2024.

Bencana tanah longsor pada Senin (25/3) tersebut telah menyebabkan sebanyak 34 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 30 rumah rusak, selain itu 151 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 527 jiwa terdampak kejadian tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online