Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Karung beras dagangan di los sembako milik Puji di Pasar Beringharjo, Selasa (5/3) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga beras diyakini berangsur turun pada Maret 2024 seiring berlangsungnya masa panen raya di sejumlah sentra produksi. Hal ini diutarakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran.
“Maret harga beras pasti turun. Aku pastikan turun. Kalau ada yang bilang beras mahal hari ini sudah turun, aku pastikan turun,” kata Amran keterangan tertulis, Sabtu (9/3/2024).
Di sisi lain, Amran meminta masyarakat tidak perlu khawatir lantaran stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.
Pasalnya, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), panen raya akan berlangsung pada Februari hingga Maret 2024 sehingga kebutuhan beras pada Maret, April, dan Mei 2024 dipastikan aman.
BACA JUGA: Pemerintah Korsel Menangguhkan Izin Medis Dokter yang Mogok Kerja
Amran menuturkan, pertanaman 1 juta hektare harus disiapkan dari sekarang untuk mengamankan pasokan beras nasional 3 bulan ke depan.
“Kita harus menanam minimal 1 juta hektare per bulan, kalau 1 juta hektare per bulan berarti produksinya bisa 3 juta sampai 3,5 juta ton, sedangkan kebutuhan kita hanya 2,5 juta ton. Artinya, beras kita surplus,” jelas Amran.
Merujuk data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sabtu (9/3/2024) pukul 13.33 WIB, harga beras baik medium maupun premium, masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium dan Rp13.900-Rp14.800 per kilogram untuk beras premium.
Tercatat harga beras premium naik tipis sebesar 0,30% menjadi Rp16.460 per kilogram. Harga beras premium tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar Rp25.000 per kilogram, sedangkan terendah di Sumatra Selatan Rp14.630 per kilogram.
Harga beras medium tidak mengalami perubahan alias masih berada di level Rp14.350 per kilogram, dengan harga tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar Rp20.000 per kilogram dan terendah di Jambi sebesar Rp12.490 per kilogram. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.