Investasi Pariwisata Indonesia Tembus Rp39,68 Triliun Semester I/2026
Investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16,64% dan ditopang lonjakan PMA.
Ilustrasi pemantauan hilal./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA–Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memperkirakan bahwa 1 Ramadan 1445 H akan jatuh pada 12 Maret 2024.
Dia menjelaskan bahwa tinggi Bulan atau hilal pada penghujung bulan Syakban diperkirakan belum akan memenuhi kriteria baru hasil kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021 lalu.
BACA JUGA: Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal ramadan 10 Maret 2024
“Penerapan kriteria baru MABIMS berdampak pada perubahan dalam penghitungan dan penetapan awal bulan Hijriah,” katanya di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Kriteria hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. Namun, berdasarkan kesepakatan MABIMS yang ditandatangani pada 2021 dan diterapkan sejak 2022, kriteria hilal berubah menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Menurut Thomas, perubahan itu berpengaruh terhadap penentuan awal bulan Hijriah, terutama di Indonesia yang menggunakan metode hisab (penghitungan) dan rukyat (pengamatan). Dalam kajian astronomi, keduanya dinilai setara.
"Metode rukyat hilal diterapkan pada tanggal 29 Hijriah untuk melaksanakan contoh Rasul. Agar rukyat akurat, arahnya dibantu dengan hasil hisab. Agar hisab merujuk juga pada contoh Rasul, maka kriterianya dibuat sesuai dengan hasil rukyat jangka panjang, berupa data visibilitas hilal atau imkan rukyat,” jelasnya.
Dia berpendapat, penerapan rukyat dan hisab bisa dipersatukan dengan kriteria visibilitas hilal itu. Perbedaan awal bulan Hijriah seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dinilainya bukan karena penerapan hisab dan rukyat, melainkan karena perbedaan kriteria hilal.
BACA JUGA: Ribuan Takjil Dibagikan Selama Ramadan di DIY, Catat Lokasinya dan Menunya
Adapun, dilansir dari laman resminya, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 H pada 10 Maret 2024 sore WIB. Sidang Isbat akan dihelat di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Thamrin, Jakarta Pusat.
Penentuan hilal ini bertepatan dengan 29 Syakban 1445 H dan dilakukan di 134 titik di seluruh Indonesia. Nantinya, hasil pemantauan hilal tersebut menentukan kapan dimulainya awal puasa Ramadan.
Apabila merujuk kalender hijriah yang dirilis Kemenag, perkiraan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16,64% dan ditopang lonjakan PMA.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.