Pembangunan SR Karanggedong Temanggung Tetap Jalan, Kapasitas Capai 2.500 Siswa
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan hujan lebat yang dapat disertai petir atau kilat berpotensi terjadi di sejumlah titik di 32 provinsi di Indonesia, Selasa (5/3/2024).
Berdasarkan peringatan dini cuaca dari situs BMKG yang dipantau di Jakarta, Selasa pagi, hujan berintensitas lebat itu diprakirakan terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
Kemudian Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Selain hujan lebat, BMKG juga menyebutkan beberapa daerah berpotensi dilanda angin kencang, di antaranya Provinsi Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Adapula wilayah yang diprediksi akan turun hujan berintensitas sedang yang dapat disertai petir atau kilat, yakni Provinsi Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat. Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Indonesia masih berpotensi muncul hingga 8 Maret 2024 mendatang.
Dia menyampaikan pula kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi sejumlah hal, seperti aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian wilayah Indonesia. Gelombang tersebut merupakan suatu fenomena yang terjadi di fluida (atmosfer/lautan) yang berotasi secara berpasangan dan bergerak ke arah barat di sekitar kawasan ekuator. Gelombang Rossby Ekuatorial pun dikenal dengan istilah gelombang planet.
Hal lain yang mempengaruhi kemunculan cuaca ekstrem adalah terbentuknya pola perlambatan, pertemuan, dan belokan angin di sebagian wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Dua gempa mengguncang Sumba dan Aceh selang 41 menit 41 detik. Pakar menjelaskan keduanya tidak berkaitan secara tektonik.
Afriana, warga Klaten yang bekerja di Jepang, rela menempuh perjalanan lima jam untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
PM2.5 Palembang mencapai 903,6 µg/m³ dan masuk kategori sangat berbahaya. BMKG meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah.
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Veda Ega Pratama finis ke-11 di Moto3 GP Jepang 2026 dan meraih lima poin. Ia kini mengoleksi 105 poin di klasemen.