Pelaku Pemerkosaan dan Penyekapan Wanita di Makassar Ditembak
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.
Raja Charles/The Telegraph
Harianjogja.cm, MOSKOW—Raja Charles III menghadiri kebaktian di Gereja St Mary Magdalene di daerah Norfolk pada Minggu (11/2), kemunculan publik perdana sejak sang raja Inggris tersebut didiagnosis mengidap kanker pada awal pekan ini, lapor media Inggris.
Dalam video yang dirilis lembaga penyiar Inggris Sky News, Raja Charles tampak tersenyum sambil berjalan menuju gereja bersama Ratu Camilla.
Pada Sabtu, dalam pernyataan pertama sejak diagnosisnya terungkap, Charles menyampaikan "terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dan doa baik" yang diterimanya selama beberapa hari belakangan.
BACA JUGA: Yuk, Intip Kemewahan Mahkota Raja Charles III, Harganya Capai Rp826 M Loh!
Pada Senin, Istana Buckingham mengatakan bahwa Raja Charles, yang keluar dari rumah sakit usai menjalani pengobatan pembesaran prostat, didiagnosis mengidap salah satu jenis kanker.
Para dokter telah menyarankan untuk menunda tugas publik, tetapi Raja Charles akan tetap "menjalani urusan negara dan tugas rutin seperti biasa."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.