Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kejadian dugaan penganiayaan yang dialami pendukung Ganjar saat membentengkan poster didepan iring-iringan Jokowi, Selasa (30/1/2024). - ist/Tangkapan Layar video yang beredar di Media Sosial
Harianjogja.com, JAKARTA–Pihak Istana Negara membantah adanya keterlibatan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dalam kasus dugaan penganiayaan saat kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gunungkidul, Selasa (30/1/2024). Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menekankan Paspampres tidak melakukan tindak kekerasan terhadap pendukung Ganjar Pranowo.
Dia mengatakan bahwa dari pihak Paspampres pun telah mengklarifikasi bahwa anggotanya tidak melakukan kekerasan kepada masyarakat.
"Prinsipnya setiap kunjungan Presiden di mana pun kita tahu sendiri Presiden sangat terbuka berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), Rabu (31/1/2024).
Lebih lanjut, Ari melanjutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah membatasi masyarakat yang ingin mendekat setiap kali kunjungan ke daerah.
Bahkan, menurutnya selama ini masyarakat bisa langsung menyampaikan keluhan langsung kepada orang nomor satu di Indonesia itu.
"Itu situasi bagaimana cara Presiden merespons masyarakat. Jadi interaksi itu sama sekali tidak pernah ada policy atau kebijakan untuk membatasi masyarakat berinteraksi dengan Presiden. Nah, tentu pengamanan itu yang sering sekali terjadi di daerah, ya, dalam kunjungan kerja," ucapnya.
BACA JUGA: Bupati Gunungkidul Minta Batas Kelok 18 Harus Dipertegas
Menurutnya, selain mendengar keluhan masyarakat Kepala Negara pun terbuka dengan berbagai pilihan masyarakat yang mendukung pasangan calon (paslon) tertentu yang melakukan mobilisasi di lokasi kunjungan kerja.
"Walaupun ada teriakan paslon atau upaya untuk memobilisasi di pinggir jalan meneriakkan paslon dengan settingan tertentu, saya kira Presiden sama sekali tidak terganggu," kata Ari.
Pada Selasa (30/1/2024) seorang pria yang membawa spanduk bertuliskan “Selamat datang Bapak Jokowi, kami sudah pintar, kami pilih Ganjar” saat Jokowi berkunjung ke Gunungkidul, mengaku dipukul.
Pria tersebut dianiaya oleh dua orang yang diyakini aparat serta membawanya jauh dari kerumunan. Saat, rombongan Presiden melintas di depan Pasar Argosari. Iring-iringan presiden itu direkam oleh warga dan videonya dibagikan di beberapa media sosial. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.