Oleh-oleh Jokowi dari Vietnam, Tingkatkan Kerjasama Bilateral Tembus 15 Miliar Dolar AS

Akbar Evandio
Akbar Evandio Sabtu, 13 Januari 2024 10:17 WIB
Oleh-oleh Jokowi dari Vietnam, Tingkatkan Kerjasama Bilateral Tembus 15 Miliar Dolar AS

Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo bergoyang bersama WNI dan pengendara ojol di Hanoi, Vietnam, Kamis (11/1/2024). ANTARA - Rangga Pandu¹

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia-Vietnam menetapkan target baru di bidang perdagangan untuk mencetak transaksi senilai US$15 miliar pada 2028.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Vietnam Pham Minh Chinh, di Government Office, Hanoi, Vietnam pada Jumat (12/1/2024).

BACA JUGA: Kunker ke Vietnam, Jokowi Joget Bersama WNI dan Ojol di Hanoi

Kedua pemimpin sepakat meningkatkan target baru perdagangan bilateral setelah target sebesar US$10 miliar yang seharusnya dicapai 2023 telah berhasil dicapai pada 2022.

"Saya yakin Yang Mulia sepakat untuk menetapkan target perdagangan di atas US$15 miliar untuk 2028 di mana perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan menjadi kunci," ujarnya dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Ke-7 RI itu juga mengapresiasi kemitraan strategis kedua negara yang telah menghasilkan berbagai kerja sama konkret, antara lain nota kesepahaman kerja sama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang ditandatangani hari ini.

Menurutnya, kerja sama itu sejalan dengan penguatan kemitraan bilateral yang memanfaatkan bonus demografi, digitalisasi, dan industri berteknologi tinggi untuk mencapai kemakmuran bersama antara kedua Negara.

Kerja sama selanjutnya yang dibahas kedua pemimpin negara adalah dalam bidang investasi. Presiden asal Surakarta itu pun mengapresiasi peningkatan investasi perusahaan Indonesia di Vietnam dan berharap PM Pham Minh Chinh terus mendorong terjadinya iklim investasi yang baik.

BACA JUGA: Bantah Pecah Kongsi, Istana Klaim Hubungan Jokowi dan PDIP Baik-Baik Saja

"Mohon dukungan Yang Mulia untuk terus mendorong iklim investasi yang mengutamakan aspek pelindungan investor sesuai kesepakatan kedua negara dan ASEAN Comprehensive Investment Agreement," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu turut meminta dukungan PM Pham Minh Chinh agar impor beras dari Vietnam berjalan lancar.

Tidak hanya itu, mantan Wali Kota Solo itu juga ingin agar kerja sama pertanian semakin diperkuat melalui penelitian pengendalian mutu dan smart farming, mendorong implementasi MoU kerja sama perikanan, serta memberantas IUU Fishing bersama.

Sedangkan, terkait kerja sama di bidang energi terbarukan, Presiden Jokowi menyambut baik komitmen investasi VinFast senilai US$1,2 miliar untuk pembangunan ekosistem mobil listrik dan baterai Indonesia.

Jokowi pun berharap komitmen tersebut dapat mendorong kolaborasi antara negara di Asia Tenggara untuk mencapai kemandirian industri energi terbarukan.

"Terakhir, terima kasih atas dukungan Vietnam terhadap keketuaan Indonesia di Asean tahun lalu. Asean masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan krisis Myanmar. Untuk itu, Indonesia akan terus mendukung keketuaan Laos tahun ini," kata Jokowi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online