Zulhas Viral Disebut Lecehkan Agama, Candaan yang Sama juga Dilakukan Anies dan UAS

Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari Kamis, 21 Desember 2023 10:07 WIB
Zulhas Viral Disebut Lecehkan Agama, Candaan yang Sama juga Dilakukan Anies dan UAS

Tangkapan layar Momentum Anies Baswedan saat bertemu dengan UAS

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) viral setelah video leluconnya terkait gerakan sholat diperdebatkan publik. Bahkan, Zulhas dituding telah melakukan pelecehan terhadap agama.

Dalam video yang beredar di media sosial, Zulkifli Hasan tengah menjadi pembicara dalam rapat kerja nasional Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Dalam pidatonya, ia melontarkan lelucon yang menyinggung gerakan sholat hingga pembacaan Al-Fatihah. Hal itu pun mengundang gelak tawa dari para peserta yang hadir.

Adapun lelucon yang Zulkifli sebutkan adalah terkait pengucapan kata AMIN setelah pembacaan surat Al-Fatihah selesai dalam setiap rakaat shalat.

Menurutnya banyak kaum muslim yang enggan mengucapkan kata amin karena merujuk pada Capres dan Cawapres nomor urut 1 yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

"Kalo sholat Maghrib baca Al-Fatihah Walad Dhollin ada yang diam sekarang Pak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu,” klaim Zulhas yang juga menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) saat itu.

BACA JUGA: Jalur Fungsional Jalan Tol Jogja Solo Dibuka Mulai Besok, Simak Ketentuannya

Sebagaimana diketahui, PAN adalah salah satu partai pengusung capres dan cawapres Prabowo dan Gibran. Video tersebut pun viral dan sejumlah kritik dilontarkan netizen kepada Zulkifli Hasan.

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin turut merespon perkataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan terkait dengan kaum muslim yang enggan mengucapkan kata amin saat melakukan ibadah salat.

Orang nomor dua di Indonesia itu pun mengatakan agar tidak melakukan cocokologi dengan kegiatan ibadah, sebab hal tersebut merupakan tindakan kekanak-kanakan.

“Ya, jangan kayak anak-anak lah. Urusan Amin itu kan tidak berarti [mendukung] capres tetapi kan dari dulu sudah ada. Kalau imam bilang gairil-magdubi'alaihim wa lad-dallin ya harus dijawab amin,” ujarnya saat ditemui di Istana Wapres, Rabu (20/12/2023).

Namun berdasarkan jejak media sosial yang ditelusuri JIBI, Anies Baswedan Ustad Abdul Somad (UAS) juga pernah melontarkan candaan yang sama, namun situasi di media sosial tidak seviral Zulhas.

Jika dilihat dari pakaian yang dikenakan keduanya, momen tersebut terjadi saat Anies mengunjungi UAS untuk meminta arahan menjadi Presiden.

Pada salah satu momen, UAS bercanda bahwa beberapa kantor takut bilang amin setelah Al-Fatihah selesai dibacakan oleh Imam. "Amin apa qabul? Sekarang di beberapa kantor sudah takut bilang Amin," kata UAS disambut gelak tawa hadiri yang datang.

Anies Baswedan kemudian mengatakan bahwa dirinya baru sadar bahwa di dalam debat pertama Capres beberapa waktu lalu tak ada doa, tapi diganti dengan mengheningkan cipta. "Dan saya baru sadar tadi pagi bahwa acara debat tadi malam itu tidak lagi berdoa, tapi mengheningkan cipta. Kenapa tidak ada doa? tapi saya juga sadarnya pagi," kata Anies.

BACA JUGA: Selama Perayaan Nataru, PLN Canangkan Listrik Tanpa Padam

Tak lama setelahnya, UAS kembali bercanda tentang tasyahud. Tasyahud, juga dikenal sebagai at-Tahiyyat, adalah bagian dari bacaan salat saat orang duduk di tanah menghadap kiblat, memuliakan Allah dan Rasulullah.

Dalam tasyahud, umat muslim akan mengulurkan satu jarinya sebagai tanda pengakuan atas kekuasaan sang Maha Besar Allah Azza wa Jalla. "Jangan-jangan Tasyahud pun sekarang begini aja," kata UAS sembari mengepalkan tangan.

Candaan UAS tersebut kembali disambut oleh Anies dengan mengatakan bahwa Tasyahud harus jadi satu, bukan dua. "Masa Tasyahud tangannya keluar dua. Tasyahud satu lah, mau gimana kita," tambah Anies Baswedan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online