Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Ilustrasi laut (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut 17 titik perairan di wilayah Indonesia. Wilayah ini dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik dengan total potensi mencapai 60 gigawatt (GW).
"Indonesia itu memiliki potensi energi laut seperti energi arus, gelombang dan OTEC (ocean thermal energy conversion)," kata Kepala BBSPGL Hadi Wijaya melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (17/12/2023).
Hal itu dikatakannya pada acara bertajuk Refleksi Akhir Tahun: Pemanfaatan Sumber Daya untuk Transisi Energi Indonesia yang digelar di Kota Bandung Jawa Barat, Sabtu (16/12/2023).
Hadi mengungkapkan BBSPGL telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mengukur potensi energi laut Indonesia yang bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik di 17 titik, dengan total potensi mencapai 60 GW.
Adapun, 17 titik perairan tersebut, yaitu di Selat Riau, Selat Sunda, Selat Toyapakeh Nusa Penida, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Molo, Selat Larantuka, Selat Boleng.
Kemudian, Selat Pantar, Selat Mansuar, Selat Lirung Talaud, Selat Sugi Riau, Selat Lampa Natuna, Selat Lembeh, Selat Sinaboi Tenggara Medan, Selat Patinti Halmahera Selatan, dan Selat Alor.
Baca Juga:
Ratusan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di DIY Hasilkan 10 Mega Watt
Salut! 4 Siswa Madrasah Ciptakan Teknologi Energi Listrik Bersih Terkoneksi AI
Pasongan Listrik Nasional, Presiden Bakal Utamakan Sumber Energi Hijau
Hasil pemetaan tersebut juga sudah diluncurkan oleh Badan Geologi pada 2022 lalu ke dalam Peta Potensi Energi Laut Indonesia.
Hadi mengungkapkan tim BBSPGL juga telah melewati fase pertama untuk mencari data dukung pemetaan tersebut, dengan melakukan Pre-FS (feasibility study), salah satunya ialah site selection.
"Jadi, Pre-FS site selection itu untuk bisa menentukan di mana lokasi terbaik agar kami dapatkan baik itu energi arus, gelombang ataupun energi OTEC," ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, dari pemetaan yang telah dilakukan tersebut, dapat dikatakan di seluruh lautan Indonesia mengandung potensi energi laut.
"Indonesia bagian barat, tengah, timur bahkan selatan dan utara itu semuanya mengandung potensi energi laut, baik energi arus laut, gelombang ataupun OTEC," kata Hadi.
BBSPGL menyebut Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh perairan dengan luas lautan mencapai 3.257.357 km persegi, mengacu kepada hasil Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 10 Desember 1982.
Dengan terbentangnya lautan luas tersebut, banyak potensi-potensi energi yang masih tersimpan dan bisa digali agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, salah satunya adalah potensi sumber energi listrik dari laut.
Salah satu unit di Kementerian ESDM berkecimpung untuk melaksanakan survei dan pemetaan di bidang geologi kelautan, dengan salah satu fungsinya adalah melakukan survei potensi energi baru terbarukan (EBT) kelautan, yakni BBSPGL, yang berada di bawah Badan Geologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.