6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Director of Strategy and Sustainable Development PT Djarum, Jemmy Chayadi saat memaparkan inisiatif pengolahan sampah organik di COP28 Dubai, Selasa (5/12/2023). Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Delegasi PT Djarum memaparkan pengolahan sampah organik di KTT Perubahan Iklim 2023 atau Conference of The Parties ke-28 (COP28) yang digelar 30 November - 12 Desember 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dalam sesi diskusi bertajuk Transforming Organic Waste Towards Regenerative Climate Solutions di Paviliun Indonesia ini, PT Djarum menegaskan komitmennya dalam mitigasi pengendalian iklim melalui pengolahan sampah organik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dengan mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam pengolahan sampah organik itu, perusahaan itu menggunakan teknologi fermentasi dari VRM Groundswell untuk menghasilkan tanah humus dari sampah organik yang telah dipilah dari berbagai tempat dan diolah di 32 sentra pengolahan yang terletak di berbagai lokasi di Kabupaten Kudus.
Proses pembuatan tanah humus ini dilakukan dengan minim bau sampah dan tidak memerlukan banyak proses mekanis. Hingga akhir 2023, inisiatif itu sudah menyerap lebih dari 50.000 meter kubik (m3) sampah organik dan menghasilkan 22.492 m3 tanah humus siap pakai, atau yang dikenal dengan HumiSoil.
"Kami menggandeng 312 mitra dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kudus untuk ikut menumbuhkan kesadaran kolektif dalam pemilahan sampah, mulai dari rumah makan, pasar, sekolah, hingga komplek perumahan," ujar Director of Strategy and Sustainable Development PT Djarum, Jemmy Chayadi melalui keterangan persnya, Selasa (5/12/2023).
"Sampah organik yang telah dipilah diolah sehingga menghasilkan HumiSoil digunakan menyuburkan tanah. Inisiatif ini diharapkan menjadikan Kudus sebagai kota yang siap menjalankan program zero waste,” sambung Jemmy.
BACA JUGA: Tak Hanya Dikelola Mandiri, Kini Pengelolaan Sampah di Alun-Alun Kidul Gandeng Swasta
Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar, yang juga bergabung pada sesi diskusi itu mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Djarum dalam mengolah sampah organik.
“Mewakili pemerintah, kami mengapresiasi secara positif apa yang dilakukan oleh Djarum di Kabupaten Kudus. Sampah organik yang berasal dari makanan merupakan sumber utama penyumbang emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, pengolahan sampah organik yang tepat perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Novrizal.
Komitmen pemerintah Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) yang berisi target penurunan emisi dari pengelolaan limbah padat pada 2030, kata Novrizal, adalah mengurangi 40 juta ton per tahun.
BACA JUGA: Mulai 2024, Kota Jogja Gunakan Teknologi Pemusnah Sampah Tanpa Asap dan Debu
Dia menjelaskan Pemerintah Indonesia memiliki empat pilar utama menuju Indonesia Zero Waste 2050, yaitu tidak ada penambahan TPA, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi produksi sampah, meningkatkan recycling-rate serta industrialisasi pada manajemen pengolahan sampah.
"Kami berharap inisiatif yang dilakukan Djarum ini juga dapat menjadi stimulus bagi pihak swasta lainnya untuk melakukan hal serupa,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.