Israel Tolak Gencatan Senjata di Gaza Meski Ada Tekanan Internasional

Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok Jum'at, 03 November 2023 10:37 WIB
Israel Tolak Gencatan Senjata di Gaza Meski Ada Tekanan Internasional

ebuah ledakan terlihat di perbatasan Israel-Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dilihat dari pihak Israel, 27 Oktober 2023. REUTERS

Harianjogja.com, JAKARTA—Perang antara tentara Israel dan militan Hamas Palestina bakal semakin sengit di Gaza. Hal ini karena Israel menolak untuk gencatan senjata di Gaza.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (3/11/2023), militer Israel mengklaim telah mengepung Kota Gaza dan terus bergerak maju.

Lebih dari itu, Juru Bicara Israel menegaskan bahwa gencatan senjata tidak akan dilakukan meskipun ada tekanan internasional.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa semua perang pasti menimbulkan korban sipil yang tidak disengaja dan serangan Israel ke Gaza, yang dikuasai Hamas, merupakan pertempuran antara "peradaban dan kebiadaban.”

Ia juga menyerukan menyerukan kepada para sekutu untuk mendukung Israel. ”Seruan untuk gencatan senjata adalah seruan bagi Israel untuk menyerah kepada Hamas," ungkap Netanyahu seperti dikutip Bloomberg.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Umum PBB telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera antara Israel dan Hamas dan menuntut akses bantuan ke Gaza.

Sebanyak 120 negara memberikan suara mendukung resolusi tersebut, 14 negara memberikan suara menentang termasuk Israel dan Amerika Serikat, sedangkan 45 negara lainnya abstain.

BACA JUGA: Dubes Palestina Desak Komunitas Internasional Beri Sanksi Israel

Kanada termasuk di antara negara-negara yang abstain, yang telah memperkenalkan amandemen yang akan secara lebih eksplisit mengutuk Hamas atas serangan “teroris” terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober dan menuntut pembebasan segera sandera yang ditangkap oleh kelompok tersebut

Lebih lanjut, seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang menjajaki gagasan 'jeda kemanusiaan' dalam pertempuran tersebut guna menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan memungkinkan orang untuk meninggalkan Gaza.

Adapun, tidak kurang dari 9.061 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober dan lebih dari 1.400 orang tewas di Israel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Penulis : 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online