Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Tangkapan layar Video KH Ahmad Mustofa Bisri atau lebih dikenal Gus Mus saat tampil dalam sebuah acara di Taman Budaya Surakarta, Selasa (31/10/2023) malam. Ist/har
Harianjogja.com, JOGJA—Video KH Ahmad Mustofa Bisri atau lebih dikenal Gus Mus saat tampil dalam sebuah acara di Taman Budaya Surakarta, Selasa (31/10/2023) malam, viral di sosial media.
Dalam video yang beredar di media sosial Tiktok yang diunggah akun Sut.Budiharto, terlihat Gus Mus berada di mimbar tengah membacakan tiga bait sebelum mengawali penampilannya.
Video Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, yang juga dikenal sebagai budayawan dan penyair tersebut telah ditonton sebanyak 15.000 kali. "Ada sirup rasa jeruk dan durian, ada keripik rasa keju dan ikan. Ada republik rasa kerajaan,” ucap Gus Mus memicu tawa para penonton.
BACA JUGA: Jokowi: Sekolah Unggulan Disiapkan di IKN
Belakangan diketahui bait tersebut dibacakan Gus Mus di acara bertajuk Silaturahmi Indonesia. Selain Gus Mus, penyair lain yang tampil pada malam itu antara lain Timur S Suprabana, Sosiawan Leak, Abdul Wachid bs dan lainnya.
Gus Mus memang dikenal seringkali membuat puisi bernada sindirian terhadap situasi yang sedang terjadi dalam negeri. Tak hanya itu, untuk puisi yang bernada sindiran seperti itu Gus Mus menyebut sebagai puisi balsem.
Meski hanya sepotong, video itu pun menuai banyak respon dari netizen. Sejumlah netizen mengatakan, jika Gus Mus mulai membuat puisi sindiran maka situasi politik memang sedang tak baik-baik saja.
“Kalau gus mus sdh ngendiko lewat kata-kata puitisnya yang sarat makna biasanya keadaan memang sedang tidak baik-baik saja,” ungkap akun Bams012295.
“Kalau yang ngendiko (bicara) Gus Mus berarti ini sudah 99% nyata "replublik rasa kerajaan",” tulis akun sutarto.k.
BACA JUGA: Gus Mus: Memilih Pemimpin 2024 Jangan karena Amplop Rp50.000
Selain puisi tersebut, sejumlah puisi sindiran Gus Mus yang terkenal antara lain berjudul Negeri Haha Hihi, Di Negeri Amplop, Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana, Bangsa Ini dan masih banyak lagi.
Puisi Gus Mus, Zaman Kemajuan
Berikut Puisi Karya Gus Mus, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berjudul "Zaman Kemajuan"
Zaman Kemajuan
Inilah zaman kemajuan
Ada serupa rasa jeruk dan durian
Ada kripik rasa keju dan ikan
Ada republik rasa kerajaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.