Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. /ANTARA-HO PDIP
Harianjogja.com. JAKARTA—Hubungan PDIP dengan Presiden Jokowi kian memanas pasca ditetapkannya Gibran Rakabuming dengan Cawapres Prabowo. Partai berlambang banteng ini menuding keterlibatan pemerintah terkait pencopotan baliho Ganjar-Mahfud di Bali. Tudingan itu disampaikan langsung Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Rabu (1/11/2023).
Hasto menilai peristiwa pencopotan baliho kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Bali merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mencurigai ada kaitan pengumpulan ratusan penjabat (pj) kepala daerah di Istana oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pencopotan baliho Ganjar-Mahfud di Bali.
"Sebelumnya Bapak Presiden mengumpulkan para Pj ya dan kemudian memberikan berbagai arahan bahwa seluruh pejabat gubernur dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya, tapi terjadi kejadian [pencopotan baliho] yang menurut kami tidak perlu dilakukan karena terjadinya politik diskriminasi," ujar Hasto di Gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2023).
Dia merasa, padahal sebelumnya tidak pernah ada kejadian serupa ketika Jokowi mengunjungi daerah-daerah lain. Hasto pun merasa senang karena banyak masyarakat yang menanggapi secara negatif adanya pencopotan baliho Ganjar-Mahfud dan bendera berlogo PDIP itu.
"Respons dari masyarakat luas semakin menguatkan dan menguatkan kami bahwa abuse of power [penyelagunaan kekuasaan] tidak bisa dilakukan di dalam iklim demokrasi yang baik," katanya.
Dia mengaku mulai banyak mendengar kecurigaan dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaan kekuasaan. Aksi diskriminatif seperti pencopotan baliho itu, lanjutnya, semakin menguatkan kecurigaan itu.
Oleh sebab itu, Hasto senang kemudian banyak muncul sejumlah gerakan pemilu jujur dan adil. Dia mencontohkan munculnya Komite Pemilu Independen. "Dengan penurunan baliho, penurunan bendera PDIP, kemudian muncul bendera dan atribut-atribut secara masif dari partai lain, nah itu kan kemudian menimbulkan kecurigaan. Ya jadi masyarakat sudah sangat cerdas," ungkap Hasto.
BACA JUGA : Survei Indikator: PDIP Paling Populer karena Sosok Jokowi
Sekadar informasi, Presiden Jokowi mengumpulkan ratusan Pj di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin (30/10/2023). Sementara itu, baliho bergambar Ganjar-Mahfud dan bendera berlogo PDIP dicopot oleh Satpol PP di Kabupaten Gianyar, Bali pada Selasa (31/10/2023) jelang kunjungan kerja Jokowi.
Aksi pencopotan baliho kampanye itu sempat viral di media sosial. Unggahan tersebut menunjukkan petugas Satpol PP melakukan pencopotan baliho Ganjar-Mahfud di Gianyar, Bali pada Selasa (31/10/2023) siang. Petugas Satpol PP juga terlihat menurunkan bendera dengan logo partai PDIP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.