Donald Trump Sebut Kesepakatan Damai Israel-Hamas di Gaza Segera Terwujud
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan damai antara Israel dan Hamas sudah sangat dekat setelah negosiasi di Mesir menunjukkan optimisme
Rangkaian kereta rel listrik atau KAI Commuter melintas di Jakarta, Senin (18/9/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mempersiapkan rencana penambahan dan peremajaan armada Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek. Penambahan armada akan dilakukan melalui impor tiga rangkaian kereta baru dari Jepang pada 2024 dan membeli 24 rangkaian kereta baru dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka.
Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha KAI John Robertho menjelaskan, pembelian armada tersebut perlu dilakukan seiring dengan jumlah pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek yang terus meningkat.
Adapun, layanan KRL Jabodetabek dioperasikan oleh entitas anak KAI, yakni PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter. John menjelaskan, tren pertumbuhan penumpang akan terjadi pada 2023 dan berlanjut hingga mencapai puncaknya pada 2027 mendatang dengan proyeksi 410 juta orang.
BACA JUGA : 9 Orang Tewas Dalam Kebakaran Gerbong Kereta di India
“Dengan kondisi volume penumpang ini, kami membutuhkan sarana untuk memenuhi pelayanan KRL Jabodetabek sehingga okupansi saat jam sibuk ini tidak terlalu padat,” jelas dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (20/9/2023).
Adapun, John juga memaparkan kebutuhan dana yang dibutuhkan untuk mengimpor KRL dari Jepang. Berdasarkan proposal harga yang diberikan oleh JR East pada 30 Juni 2023, satu kereta atau gerbong KRL baru dibanderol seharga Rp18,8 miliar dengan asumsi kurs 1 yen= Rp104,44.
Sementara itu, sebuah trainset yang terdiri atas 12 kereta atau gerbong dipatok seharga Rp225,6 miliar. Dengan demikian, jika PT KAI akan membeli tiga trainset baru, dana yang diperlukan adalah sebesar Rp676,8 miliar.
Sementara itu, KAI juga akan membeli 24 rangkaian kereta baru dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka. Berdasarkan kontrak pengadaan 16 trainset yang telah ditandatangani pada Maret 2023 lalu, harga 1 unit kereta atau gerbong buatan Inka adalah sekitar Rp19,95 miliar.
BACA JUGA : UMKM Semakin Babak Belur, Perubahan Aturan Barang Impor Murah Masih Tarik Ulur
Selanjutnya, sebuah trainset buatan Inka yang terdiri atas 12 kereta atau gerbong dipatok seharga Rp239,37 miliar. Berdasarkan perhitungan tersebut, total dana yang akan dikeluarkan untuk membeli 24 rangkaian kereta baru adalah sebesar Rp5,74 triliun.
Selain itu, KAI juga akan melakukan peremajaan kereta existing atau retrofit yang juga dilakukan oleh Inka. John mengatakan, pihaknya akan meretrofit 19 rangkaian kereta dengan biaya Rp117,66 miliar per trainset sehingga proses retrofit diproyeksikan menelan dana Rp2,23 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan damai antara Israel dan Hamas sudah sangat dekat setelah negosiasi di Mesir menunjukkan optimisme
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.