Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberi keterangan pers di Aula Masjid At-Taqwa Sriwijaya, Jakarta Selatan pada Minggu (10/9/2023) petang. JIBI-Bisnis/Surya Dua Artha Simanjuntak.
Harianjogja.com, JAKARTA—Belakangan munculnya Ganjar Pranowo di tayangan azan salah satu stasiun televisi nasional viral di jagad maya. Namun Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
Sandi meyakini, munculnya Ganjar di tayangan azan pasti berdasarkan niat baik. Oleh sebab itu, dia juga ingin masyarakat melihat polemik ini dari sisi positifnya.
"Menurut saya, tentunya kembali kepada niat, innamal a'malu [perbuatan itu tergantung pada niatnya], niat. Semua kembali kepada niat. Kalau niat itu untuk yang baik, mari kita berhusnudzan [berpikir positif]," ujar Sandi di Aula Masjid At-Taqwa Sriwijaya, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Minggu (10/9/2023).
Kendati demikian, menteri pariwisata dan ekonomi kreatif ini mengakui setiap perbuatan juga harus berdasarkan koridor hukum.
Baca juga: 4 Pimpinan OPD Pemkot Jogja Sudah Terpilih, Pelantikan Masih Tunggu Kemendagri
Dia menyadari banyak pihak yang menganggap munculnya Ganjar di tayangan azan itu merupakan kampanye terselubung untuk Pilpres 2024. Namun, Sandi menyerahkan polemik itu ke pihak yang terkait
"Silakan ada aparat yang menangani itu, Bawaslu misalnya memberikan masukan. Tapi kami dari PPP, apalagi ini mengajak salat ya, berazan, selama ini positif tentunya dan tidak melanggar aturan, tidak melanggar dari segi koridor hukum, tentunya kita tanggapi dengan positif," tutupnya.
Sebelumnya, Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Aliyah mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan kajian terhadap tayangan tersebut. KPI juga telah meminta klarifikasi kepada Lembaga Penyiaran (LP) terkait.
“Kami tengah lakukan kajian terhadap hal tersebut, dan kami minta segera klarifikasi lembaga penyiaran yang menayangkan,” ujar Aliyah kepada Bisnis, Minggu (10/9/2023).
Dia menambahkan bahwa KPI juga sudah mengirimkan surat kepada LP yang menayangkan tayangan azan tersebut, dan saat ini masih menunggu respon dari pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.