Harga Beras Meroket Lagi, Ini Penyebabnya
Harga beras kembali melambung pada paruh kedua 2024 setelah sebelumnya sempat menurun. Perum Bulog pun menjelaskan penyebab tingginya harga beras.
Salah seorang petani menunjukan hasil panen bawang merah di Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (4/9/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JAKARTA–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas bawang merah mengalami deflasi sebesar 12,74 persen secara month to month (mtm) pada Agustus 2023.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS Pudji Ismartini mengatakan bawang merah memberikan andil deflasi Agustus 2023 sebesar 0,05 persen.
"Deflasi bawang merah ini terjadi di semua kota IHK [indeks harga konsumen], deflasi terdalam terjadi di Banyuwangi sebesar 30,11 persen," ujar Pudji, Jumat (1/9/2023).
Penurunan harga bawang merah pada Agustus 2023 terjadi sesuai siklus harga tahun-tahun sebelumnya. Pudji mengatakan, secara historis sejak 2021-2023, deflasi bawang merah memang terjadi sekitar bulan Agustus hingga Oktober. Bahkan, pada Agustus 2022 harga bawang merah mengalami deflasi hingga 25,57 persen (mtm).
Dia membeberkan penyebab deflasi bawang merah kerap terjadi pada periode tersebut. Adanya panen raya serentak di sejumlah wilayah sentra produksi di pulau Jawa, Sumatra dan NTB menjadi pendorong deflasi bawang merah Agustus hingga Oktober.
"Panen raya serentak tersebut mendorong suplai bawang merah menjadi lebih banyak," katanya.
ABCA JUGA: Panen Bawang Merah Bantul Lebihi Angka Nasional
Berdasarkan catatan Bisnis, Senin (28/8/2023), Sekretaris Jenderal Asosiasi Bawang Merah Indonesia (Abmi), Ikhwan Arif menyebut harga bawang merah di tingkat petani telah anjlok hingga berada di kisaran Rp9.000-Rp10.000 per kilogram. Para petani mengeluhkan kerugian hingga Rp15.000 per kilogram.
Padahal berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No.11/2022, pemerintah menetapkan harga acuan pembelian (HAP) bawang merah di tingkat produsen sebesar Rp18.500 - Rp20.000 per kilogram untuk bawang merah konde basah. Sementara bawang merah rogol kering panen ditetapkan HAP di tingkat produsen sebesar Rp25.000 - Rp30.000 per kilogram.
Adapun, HAP bawang merah rogol kering panen di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp36.500-Rp41.500 per kilogram. Menyitir data panel harga pangan, Bapanas rata-rata harga bawang merah secara nasional di tingkat konsumen pada 1 September 2023 sebesar Rp25.900 per kilogram.
Ikhwan pun mengaku belum ada langkah mitigasi pemerintah untuk menstabilkan harga bawang merah di tingkat petani hingga saat ini.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga beras kembali melambung pada paruh kedua 2024 setelah sebelumnya sempat menurun. Perum Bulog pun menjelaskan penyebab tingginya harga beras.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.