Pemerintah Kaji Lokasi PFII, Kawasan KEK Bali Jadi Pertimbangan
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu eks Gubernru DKI Jakarta Anies Baswedan di kediamannya, Selasa (25/10/2022)./ Twitter @aniesbaswedan
Harianjogja.com, JAKARTA—Sosok calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan tidak akan mengejutkan banyak pihak. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
AHY merasa selama ini narasi yang kerap disampaikan ke publik seakan menunjukkan sosok cawapres Anies Baswedan akan mengejutkan khalayak ramai. Padahal, lanjutnya, itu hanya omong kosong.
Dia berpendapat, publik hanya akan terkejut apabila cawapres yang dampingi Anies di Pilpres 2024 ternyata orang asing yang tak pernah muncul namanya di publik
"Kalau ditanya akan ada surprise [kejutan], surprise dari mana? Kecuali ada warga negara asing kita naturalisasi tiba-tiba di bulan Oktober diumumkan jadi cawapres, itu baru surprise," kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2023) malam.
Dia meyakini, sosok cawapres Anies merupakan tokoh yang sudah banyak masuk radar survei atau pembicaraan publik.
Baca juga: Jalur Zonasi Memicu Masalah, Disdikpora DIY: Nanti Kami Koordinasi dengan Disdukcapil
"Kalau hari ini dibedah saja semua hasil survei, pembicaraan publik, ya enggak akan ke mana-mana [sosok cawapres Anies]. Artinya, sudah kebaca," ungkap AHY.
Meski demikian, dia mengaku tak tahu pastinya waktu pengumuman cawapres Anies. Dalam piagam koalisi, jelasnya, ketiga partai politik pengusung sudah menyerahkan keputusan final penentuan cawapres ke Anies.
Ketiga partai yang dimaksud yaitu Demokrat, Partai NasDem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Di samping itu, AHY memberi petunjuk bahwa pengumuman cawapres tak akan lama lagi. Pasalnya, sama seperti Demokrat, Anies juga ingin segera mengumumkan cawapres pendampingnya. "Beliau [AHY] juga memiliki hal yang sama. Artinya juga ingin bisa segera, namun mudah-mudahan tidak lama lagi ini bisa diwujudkan," ungkap AHY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.
Aduan sampah di Sleman naik sekitar 40% pada 2026. Pembakaran sampah menjadi salah satu laporan yang paling banyak ditangani Satpol PP.
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.